Baru 3 Bulan Beres, Proyek Irigasi Rp3,9 M di Purwakarta Ambrol Dan Bikin Petani Terancam Gagal Panen

PURWAKARTA, Aswinnews.com – Baru beberapa bulan rampung dikerjakan, proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Cipedang di Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta dilaporkan mengalami kerusakan parah. Proyek yang berada di bawah pengawasan dan dikerjakan oleh itu disebut menelan anggaran sekitar Rp3,9 miliar.

Kerusakan yang disebut telah berlangsung lebih dari satu bulan itu menyebabkan puluhan hektare sawah warga mengalami kekeringan. Para petani kini dihantui ancaman gagal panen akibat terganggunya pasokan air irigasi.

Ketua Ulu Ulu sekaligus P3A Desa Ciawi, Saepulloh, bersama sejumlah petani mendatangi lokasi proyek untuk menyampaikan protes dan kekecewaan mereka. Warga menduga konstruksi proyek tidak dilengkapi dinding penahan tanah maupun penyangga pipa yang memadai sehingga ambrol saat terjadi longsor akibat hujan deras.

“Kami sangat kecewa. Anggarannya besar, sekitar Rp3 miliar lebih, tapi pengerjaannya terkesan kurang maksimal. Panjang volume juga hanya terealisasi sekitar 1.700 meter dari rencana awal 2.000 meter,” ujar Saepulloh kepada awak media.

Selain kualitas fisik proyek, warga juga menyoroti aspek transparansi. Mereka mengeluhkan papan informasi proyek di lokasi tidak mencantumkan nilai anggaran secara terbuka.

Proyek dengan nomor kontrak HKD201/PPKIRG3/SNVT-PJPAC/08/2025 itu diketahui mulai dikerjakan pada 25 September 2025 dengan masa pelaksanaan 98 hari kalender. Berdasarkan jadwal tersebut, proyek seharusnya selesai pada awal Desember 2025. Namun, warga menyebut aktivitas pekerjaan masih berlangsung hingga Maret 2026.

Sementara itu, pelaksana dari , Ari Bagus, mengatakan pihaknya telah memasang saringan pada saluran irigasi, namun saringan tersebut hilang sehingga sampah masuk dan menyumbat aliran pipa.

“Untuk Cipedang sudah kita pasang saringan, cuma hilang jadi sampah masuk ke pipa. Rencana besok tenaga akan membersihkan sampah yang menyumbat,” ujarnya singkat saat meninjau lokasi.

Warga berharap pemerintah dan pihak pelaksana segera melakukan perbaikan menyeluruh agar aliran air kembali normal dan lahan pertanian masyarakat tidak mengalami gagal panen yang lebih luas.


Penulis: Yosep
Redaksi Aswinnews – Tajam, Berimbang, dan Ter-update

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *