Pernyataan Kontroversial KDM Soal Media Tuai Reaksi Keras: Insan Pers Sukabumi Ambil Sikap Tegas

🖋️ Penulis: Joggie/Lambretta
✍️ Editor: Kenzo
📍 Sukabumi – AswinNews.com
Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update

Sukabumi, 20 Juli 2025 – Dunia pers di Sukabumi bergolak setelah muncul pernyataan kontroversial dari seorang tokoh berinisial KDM yang menyebut bahwa “tidak perlu adanya kerja sama dengan media.” Ucapan ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis dan merusak prinsip kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999.

Merespons hal tersebut, puluhan media dan organisasi wartawan yang tergabung dalam berbagai asosiasi, termasuk Persatuan Wartawan Sejahtera Indonesia (PWSI), DPC AWIBB Sukabumi Raya, serta tokoh-tokoh pers lainnya, berkumpul di Villa Biru, Cisaat Kadudampit, Sukabumi untuk mengambil sikap bersama.


Sikap Tegas Insan Pers Sukabumi

Ketua Umum PWSI, Junaidi Tanjung, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memahami dan menghormati Undang-Undang Pers sebagai pilar demokrasi dan alat kontrol sosial yang sah dan dilindungi oleh hukum.

“Sinergi antara media dan pemerintah bukan hanya penting, tapi juga mutlak. Media adalah corong kebenaran dan jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Menyebut media tidak perlu diajak kerja sama sama saja dengan mengingkari prinsip demokrasi,” ujarnya.


📜 Isi Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 yang Disorot

UU Pers menjamin:

  • Kemerdekaan pers tanpa sensor atau intervensi.
  • Hak wartawan dalam menyampaikan informasi.
  • Hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
  • Kehadiran Dewan Pers sebagai lembaga independen.
  • Kode Etik Jurnalistik sebagai panduan kerja profesional.

Poin-Poin Sikap Bersama Hasil Konsolidasi Pers Sukabumi

  1. Menolak keras pernyataan KDM yang menyebut tidak perlu kerja sama dengan media.
  2. Menolak segala narasi negatif terhadap media selama media menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional sesuai Kode Etik Jurnalistik.
  3. Mendesak KDM untuk mencabut pernyataannya secara terbuka dan meminta maaf kepada seluruh insan pers.

Suara dari Para Tokoh Pers

Ketua DPC AWIBB Sukabumi Raya, Erik Surya Sumantri, menyampaikan bahwa perjuangan media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menjaga roh kemerdekaan dan demokrasi.

“Tanpa media, kemerdekaan bangsa ini tak akan berdiri tegak seperti hari ini. Jika ada yang melecehkan peran media, kita jawab dengan kerja nyata—ungkap fakta, berani kritik, dan jangan takut viral. Prinsip kami: No Viral, No Justice,” tegas Erik.

Sementara itu, perwakilan media lainnya, Ella, bahkan mengusulkan boikot terhadap pemberitaan tokoh atau lembaga yang terbukti meremehkan profesi wartawan.


Isu Lain yang Jadi Sorotan

Dalam rapat tersebut, insan pers juga menyoroti kasus pesta rakyat di Garut yang menelan empat korban jiwa. Mereka mendesak adanya tanggung jawab dari panitia dan aparat atas kelalaian tersebut serta mengingatkan pentingnya kontrol publik melalui pemberitaan.


Arah Gerakan Pers Sukabumi Selanjutnya

Dalam waktu dekat, PWSI dan rekan-rekan organisasi pers lainnya berencana:

  • Melakukan audiensi ke pihak KDM.
  • Menguatkan konsolidasi internal antar media dan organisasi wartawan.
  • Melakukan kunjungan investigatif ke lapangan untuk terus menjaga integritas dan fungsi kontrol sosial.

“Ini adalah momentum kebangkitan insan pers Sukabumi. Kita tidak akan diam ketika profesi jurnalis dilecehkan. Pers harus tetap berdiri sebagai penjaga demokrasi dan suara rakyat,” tutup Junaidi Tanjung.


📢 Untuk berita lengkap dan perkembangan selanjutnya, ikuti terus di AswinNews.com


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *