Warga Sipil Dilaporkan Tewas Ditembak di Sinak, TPNPB-OPM Tuduh Militer Indonesia Langgar HAM

Penulis: Amandus Doo | Editor: Kenzo
AswinNews.com — Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya, dan Ter-Update

PUNCAK, PAPUA — Seorang warga sipil bernama Agibagi Tabuni dilaporkan tewas tertembak di Distrik Gigobak, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 11.20 WIT. Insiden ini dilaporkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XXVII Sinak melalui siaran pers resminya yang diterima redaksi AswinNews.com.

Menurut laporan yang disampaikan Komandan Operasi Kodap XXVII, Mayor Kelenak Murib, korban sedang dalam perjalanan menuju acara makan bersama yang digelar oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni. Korban, yang disebut sebagai warga sipil dan bukan anggota TPNPB, berangkat dari kampung Yogor menuju lokasi acara di Distrik Gigobak sebelum akhirnya diduga ditembak oleh aparat TNI yang telah siaga di sekitar lokasi.

Foto : Jenazah Kelenak Murib

“Agibagi Tabuni bukan anggota kami. Ia warga biasa yang menerima undangan dari Elvis Tabuni untuk mengikuti acara makan bersama. Namun sebelum sampai ke lokasi, ia ditembak tanpa peringatan,” klaim Mayor Murib dalam laporannya.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom, pihak TPNPB menyampaikan kecaman keras dan mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan operasi bersenjata di wilayah Papua yang dinilai kerap menimbulkan korban sipil. Mereka juga menyebut peristiwa ini sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

“Kami minta Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI bertanggung jawab atas kematian warga sipil, termasuk Agibagi Tabuni, dan segera menghentikan pembunuhan terhadap orang asli Papua tanpa proses hukum,” tulis Sebby Sambom dalam siaran persnya.

Lebih jauh, TPNPB juga menyerukan kepada masyarakat Papua agar tidak mengikuti kegiatan yang digagas oleh pemerintah Indonesia. Mereka menyebut, kegiatan tersebut dapat berisiko dimanfaatkan sebagai bagian dari operasi intelijen yang membahayakan warga sipil.

Siaran pers ini ditandatangani oleh jajaran petinggi TPNPB-OPM, termasuk Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), serta pejabat senior lainnya.

Belum Ada Konfirmasi Resmi dari TNI

Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI dan pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Redaksi AswinNews.com masih berupaya menghubungi pihak Kodam XVII/Cenderawasih serta Pemkab Puncak untuk mendapatkan klarifikasi.


Catatan Redaksi

Laporan ini bersumber dari siaran pers organisasi bersenjata yang terlibat dalam konflik bersenjata di Papua. Untuk menjaga prinsip keberimbangan, AswinNews akan terus memperbarui laporan ini dengan tanggapan dari pihak pemerintah atau aparat keamanan terkait insiden yang dilaporkan.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *