Diduga Lupa Bayar BBM, Pengemudi Inova W 1509 YI Dicari SPBU Janti Peterongan: Operator Minta Itikad Baik

JOMBANG, AswinNews.com – Seorang pengemudi mobil Toyota Kijang Inova dengan nomor polisi W 1509 YI tengah menjadi sorotan setelah diduga pergi dari SPBU 5461407 Janti Peterongan tanpa membayar pengisian bahan bakar senilai Rp200.000. Insiden tersebut terjadi pada Rabu, 29 Mei 2025, pukul 13:01 WIB, dan terekam dalam CCTV serta struk transaksi resmi SPBU.

Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah Anton, operator SPBU yang bertugas saat itu, membagikan kronologi peristiwa. Ia berharap pengemudi tersebut segera menyadari kekeliruannya dan menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan pembayaran yang tertunda.

Kronologi Singkat Insiden:

  1. Mobil Inova masuk ke SPBU dan meminta diisikan 20 liter Pertalite (Rp10.000/liter).
  2. Operator Anton mengisi bahan bakar sesuai permintaan.
  3. Saat akan dibayar, pengemudi terlihat sibuk memindai barcode dan mengobrol, lalu langsung tancap gas.
  4. Meskipun diingatkan, pengemudi tetap pergi meninggalkan lokasi.
  5. Bukti transaksi dan wajah pengemudi terekam jelas melalui sistem CCTV SPBU.

“Kami tidak menuduh. Hanya berharap beliau kembali dan menyelesaikan pembayaran. Ini soal tanggung jawab, bukan hanya soal uang,” kata Anton, operator SPBU yang merasa dirugikan.

Kerugian Ditanggung Operator Pribadi

Uang Rp200.000 yang belum dibayar itu kini menjadi beban pribadi operator. Nominal tersebut setara dengan dua hari kerja, yang sangat berarti bagi Anton yang bekerja dalam tekanan fisik dan cuaca panas setiap hari.

“Operator seperti saya mengelola uang tunai besar dan harus tanggung jawab penuh. Kehilangan begini tentu berdampak besar, baik secara mental maupun finansial,” imbuh Anton.

Ajakan kepada Masyarakat

Pihak SPBU berharap masyarakat luas, terutama netizen, dapat membantu menyebarkan informasi ini agar pengemudi atau pihak yang mengenalnya bisa segera menghubungi SPBU dan menyelesaikan kewajiban secara baik-baik.

SPBU menegaskan bahwa mereka tidak berniat mempermalukan siapa pun. Mereka hanya ingin masalah diselesaikan secara kekeluargaan, demi menjaga kepercayaan dan kemanusiaan.

“Kami hanya ingin keadilan dan rasa tanggung jawab ditegakkan. Jangan salahkan operator. Kami tetap bekerja meski lelah, demi melayani masyarakat,” tutup Anton.


Penulis: F.H / Alvin
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *