🖋️ Penulis: Rudi
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
MERANTI – ASWINNEWS.COM — Tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali digencarkan oleh Polres Kepulauan Meranti. Wakapolres Kompol Maitertika, SH, MH turun langsung memimpin operasi pemadaman 15 titik api (fire spot) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (30/7/2025).
Aksi lapangan dimulai sejak pukul 08.30 WIB bersama tim gabungan Karlahut. Sebanyak 45 personel Polres Meranti, 3 anggota TNI, 15 personel BPBD, 8 anggota MPA desa, serta 6 personel dari PT. ITA dikerahkan untuk menanggulangi kobaran api yang cepat meluas akibat angin kencang dan cuaca panas ekstrem.
Dua unit helikopter water bombing milik BNPB turut dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara.
“Kita tidak bisa menunggu. Api menyebar cepat, dan kita harus lebih cepat,” tegas Kompol Maitertika saat berada di lokasi.
Medan Sulit dan Tantangan di Lapangan
Proses pemadaman menghadapi berbagai hambatan, mulai dari medan semak belukar yang sulit dijangkau, kondisi tanah gambut dengan kedalaman hingga 3 meter, suhu udara tinggi mencapai 32°C, serta keterbatasan peralatan seperti selang dan mesin pompa air.
Meski demikian, di bawah komando langsung Kompol Maitertika, seluruh tim tetap solid dan berhasil menjinakkan sebagian besar titik api yang mengancam pemukiman dan lahan warga di sekitar lokasi.
Edukasi dan Pencegahan Jadi Fokus Tambahan
Selain memimpin pemadaman, Kompol Maitertika juga menyempatkan diri berdialog dengan warga dan aparatur desa setempat. Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dapat berujung pada bencana ekologis dan hukum pidana.
“Kami tidak hanya memadamkan, tetapi juga melakukan pencegahan dan edukasi. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Penegakan Hukum dan Pemantauan Teknologi
Sementara itu, Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polres Meranti telah melakukan penyelidikan intensif terhadap dugaan pembakaran lahan. Proses hukum akan ditegakkan secara tegas terhadap siapa pun yang terbukti menjadi pelaku.
Untuk mencegah munculnya titik api baru, patroli rutin digelar dengan dukungan teknologi pemantauan seperti Dashboard Lancang Kuning (DLK) dan aplikasi SIPONGI, sebagai sistem deteksi dini kebakaran berbasis satelit.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
