🖋️ Penulis: Thoha
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
📍Indramayu – Minggu, 20 Juli 2025
Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Koperasi Sri Unggul Sejahtera (SUS) resmi meluncurkan Brigade Pangan Cendekia dan Program Wakaf Pangan Cendekia, Minggu (20/07/2025). Peluncuran dilakukan di Posko Pokja Brigade Pangan Cendekia, Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua.
Program ini menjadi tonggak penting dalam mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan petani melalui sinergi lintas sektor: antara pemerintah, cendekiawan, pelaku usaha, koperasi, dan masyarakat sipil. Dalam sambutannya, Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan berbagai program unggulan daerah, seperti Indramayu Ibadah, Indramayu Berzakat, dan Petani Sejahtera.

“Pertanian tidak boleh stagnan. Kita harus melakukan regenerasi petani agar menjadi inovator dan pelaku agribisnis yang tangguh. Tantangan kita adalah terbatasnya alat dan mesin pertanian, dan itu menjadi PR bersama,” tegas Lucky.
Melalui program Brigade Pangan, Pemkab Indramayu menargetkan pembentukan 1.000 petani muda setiap tahun. Para petani muda ini akan mendapatkan pelatihan budidaya, pendidikan kewirausahaan, serta penguatan jejaring pasar melalui sekolah lapang dan pembinaan koperasi.
Ekosistem Pertanian Mandiri

Ketua Umum ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, menyampaikan bahwa saat ini sektor pertanian nasional menghadapi dua tantangan serius: penyempitan lahan pertanian dan minimnya regenerasi petani. Namun, menurutnya, program Pemkab Indramayu mencetak ribuan petani muda setiap tahun adalah langkah strategis yang dapat menjadi role model bagi daerah lain.
“Kalau kita bisa membangun ekosistem pertanian yang mandiri dan kolaboratif, maka kedaulatan pangan bukan lagi sekadar wacana. Inisiatif ini menjadi harapan besar untuk masa depan pertanian Indonesia,” ujar Arif Satria.
Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Indramayu memiliki potensi besar. Produksi gabah kering panen per tahun mencapai 1,7 juta ton dari luas baku sawah seluas 125.442 hektare. Total lahan pertanian (sawah dan non-sawah) bahkan mencakup hampir 60% dari total luas wilayah kabupaten.
Nota Kesepahaman untuk Swasembada Pangan

Peluncuran program ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Ketua Umum ICMI Arif Satria, terkait Pengembangan Potensi Daerah dan Sumber Daya Manusia melalui Ekonomi Kerakyatan dan Swasembada Pangan.
Melalui sinergi ini, diharapkan akan tumbuh model pembangunan pertanian yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan—menjadi fondasi kuat bagi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan lokal maupun nasional.
🔍 Redaksi mencatat: Kolaborasi antar-pemangku kepentingan seperti ini perlu dijaga kesinambungannya agar tidak berhenti di seremoni peluncuran semata. Masa depan pertanian terletak pada regenerasi, inovasi, dan keberpihakan nyata pada petani.
![]()
