Dogiyai – AswinNews.com | Ketegasan soal transparansi anggaran kembali ditegaskan Bupati Dogiyai, Yudas Tebai. Dalam Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Dogiyai, Senin (26/5), ia secara terbuka menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak bermain-main dalam pengelolaan anggaran, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN).
Pernyataan itu bukan tanpa sebab. Di balik seruan tersebut, tersirat kekhawatiran terhadap praktik-praktik tidak transparan yang diduga masih terjadi di tubuh birokrasi. “Saya sudah tunjuk Plt, dan mereka harus terbuka kepada bawahannya dalam hal penggunaan anggaran,” tegas Bupati Yudas di hadapan peserta apel.

Anggaran Terbuka di Atas Meja, Bukan Tersembunyi di Laci
Lebih jauh, Yudas menekankan bahwa dokumen penting seperti Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) harus dibuka dan bisa diakses oleh seluruh staf. “DPA itu taruh di atas meja. Karena disediakan dengan perhitungan yang jelas. Kalau itu untuk kesejahteraan, ya harus benar-benar untuk kesejahteraan,” katanya.
Arahan ini menandai upaya Bupati untuk memotong jalur birokrasi gelap yang sering membuat para staf di tingkat bawah tidak menikmati hak yang seharusnya mereka terima. Ia bahkan meminta seluruh ASN untuk tidak segan melaporkan pimpinan OPD yang tertutup dalam penggunaan anggaran. “Kalau ada yang tidak transparan, lapor langsung kepada saya,” ucapnya.
Dari Tukang Sapu hingga Kepala Dinas: Semua Harus Sejahtera
Bupati Yudas menekankan bahwa anggaran bukan untuk dinikmati hanya segelintir pejabat. “Kesejahteraan bukan untuk diri sendiri, tapi untuk semua. Mulai dari tukang sapu sampai pimpinan OPD,” tuturnya lantang.
Instruksi ini, bila dijalankan secara serius, bisa menjadi tonggak perubahan dalam manajemen keuangan daerah yang lebih terbuka dan adil. Namun, tantangan utamanya ada pada pengawasan. Sejauh mana staf berani melapor? Dan apakah sistem pengaduan benar-benar menjamin perlindungan bagi pelapor?
Transparansi atau Ancaman?
Di balik himbauan Bupati, muncul pertanyaan krusial: apakah budaya laporan langsung ke atasan bisa efektif tanpa menciptakan ketakutan di lingkungan kerja? Atau justru membuka ruang bagi keberanian staf untuk bicara?
Dengan banyaknya kasus penyalahgunaan anggaran yang terjadi di berbagai daerah, langkah Bupati Yudas Tebai patut diapresiasi. Namun, upaya ini membutuhkan tindak lanjut konkret: mulai dari audit terbuka, sistem pelaporan yang aman, hingga penghargaan bagi ASN yang berani mengawal transparansi.
Penulis: Aleks Waine
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
