Viral! Yayasan API Alghozali Gelar Acara Pelepasan Santri Megah Tanpa Bebani Orang Tua

Di Tengah Polemik Larangan Wisuda Sekolah, Pesantren Ini Tunjukkan Solusi Humanis dan Gratis

🖊️ Oleh: Hayat | Laporan: Aris
📍 Editor: Kenzo | Redaksi ASWINNEWS.COM
Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update

MAJALENGKA, Aswinnews.com – Di tengah polemik nasional soal larangan wisuda sekolah karena dinilai memberatkan wali murid, Yayasan API Alghozali Kumbung, Majalengka, justru menunjukkan cara berbeda. Mereka menggelar Acara Apresiasi dan Pelepasan Santri SMP IT Alghozali secara megah dan meriah, namun tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada wali santri.

Acara yang digelar pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, ini sontak menjadi perbincangan hangat dan viral di media sosial karena kemewahannya di tengah larangan yang dikeluarkan oleh Pj. Gubernur Jawa Barat terkait prosesi wisuda yang dianggap membebani.

Namun Ketua Yayasan API Alghozali, Gus Hishnu Basyaiban, menegaskan bahwa acara tersebut bukanlah “wisuda” dalam arti komersial sebagaimana yang dilarang, melainkan bentuk apresiasi dan perhatian dari pengasuh pesantren kepada para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di lingkungan Yayasan Ma’arif API Alghozali.

“Acara ini adalah bentuk kasih sayang dan apresiasi dari Kyai kepada para santri, agar mereka terus semangat mencari ilmu dan barokah. Dan yang terpenting, semua ini dilaksanakan tanpa membebani wali santri—gratis 100 persen,” ujar Gus Hishnu.

Menurutnya, polemik soal wisuda seharusnya tidak serta merta menghilangkan tradisi penghormatan terhadap santri yang telah menuntaskan jenjang pendidikan tertentu. Yang penting, acara digelar tanpa komersialisasi dan tetap menjunjung nilai pendidikan serta kebersamaan.


Alternatif Model Apresiasi Pendidikan

Acara pelepasan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pelepasan siswa atau santri bisa dilakukan dengan cara yang manusiawi, religius, dan tidak eksploitatif. Pesantren ini menunjukkan bahwa penghargaan kepada santri tidak harus dibarengi pungutan mahal yang justru membebani para orang tua.

“Ini bisa menjadi model bagi lembaga pendidikan lain. Bahwa apresiasi kepada siswa tidak harus dikomersialisasi, tapi bisa dilakukan dengan gotong royong dan niat tulus,” tambah Gus Hishnu.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar wali santri, tokoh masyarakat, dan pengurus yayasan. Selain penampilan seni dan tausiyah, acara tersebut ditutup dengan doa bersama dan penyerahan simbolis kelulusan.


Kontras dengan Larangan Pj Gubernur Jabar

Sebagaimana diketahui, Pj Gubernur Jawa Barat sebelumnya telah mengeluarkan imbauan larangan kegiatan wisuda di sekolah karena adanya laporan soal biaya tinggi yang dikeluhkan banyak wali murid. Larangan itu juga merujuk pada pedoman Kemendikbud yang menekankan agar pelepasan siswa tidak dijadikan ajang komersialisasi.

Namun berbeda dari institusi yang mengabaikan imbauan tersebut demi keuntungan, Yayasan API Alghozali justru membuktikan bahwa kemeriahan dan kehormatan dalam dunia pendidikan bisa dicapai tanpa membebani siapa pun.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *