Camat Merbau Pimpin Apel Siaga Karhutla di Pulau Padang: Tekankan Kolaborasi dan Respons Cepat Hadapi Musim Kemarau

MERANTI — Aswinnews.com Menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, Camat Merbau, Muhammad Nazir, S.Pd., M.Si., memimpin langsung Apel Siaga Pengendalian Karhutla di wilayah Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (15/5/2025).

Dalam arahannya, Nazir menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan wujud kesiapan nyata seluruh elemen terkait dalam menghadapi ancaman karhutla yang semakin mengkhawatirkan.

“Apel ini langkah taktis untuk memastikan semua pihak siap bergerak cepat dan tepat ketika terjadi kebakaran. Respons cepat dan sinergi menjadi kunci utama penanggulangan karhutla,” ujar Nazir.

Ia juga menegaskan bahwa status Siaga Darurat Karhutla Tahun 2025 di Kepulauan Meranti telah ditetapkan melalui surat keputusan Bupati H. Asmar. Oleh karena itu, seluruh pihak harus berada dalam posisi siaga penuh, tanpa ruang untuk lengah.

Nazir menyoroti bahwa Kecamatan Merbau, khususnya Pulau Padang, merupakan salah satu wilayah paling rawan karhutla di Provinsi Riau. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen – pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat luas – untuk bersinergi, mengedepankan kerja sama tanpa saling menyalahkan.

“Karhutla bisa terjadi di kawasan mana pun, baik hutan lindung, perkebunan rakyat, maupun area industri. Penanganannya harus lintas sektor dan melibatkan semua pihak, bukan hanya tugas aparat atau pemerintah,” tambahnya.

Nazir mengingatkan dampak masif karhutla, mulai dari krisis kesehatan akibat asap, terganggunya aktivitas transportasi, hingga kerugian ekonomi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat api sudah meluas.

Selain apel, kegiatan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla yang dimiliki desa-desa di Kecamatan Merbau, seperti alat berat, mesin pemadam, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Di akhir sambutannya, Nazir menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, memperkuat kolaborasi antar instansi, dan memastikan semua pihak memiliki peran yang jelas sebagai benteng utama mencegah karhutla.

“Sinergi, regulasi yang tepat, dan kesiapan sumber daya menjadi kunci. Jika semua pihak kompak, kita bisa meminimalisir risiko karhutla dan melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap,” pungkasnya.

Penulis Hary, | Editor Kenzo Aswinnews.com Tajam, Akurat, Berimbang dan Terupdate

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *