PIDIE, Aswinnews.com – 19 Maret 2026
Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali menghadirkan kisah kepedulian yang menginspirasi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Golkar, Khalid, menyalurkan seluruh gaji pokoknya untuk membantu anak yatim dan piatu di daerah pemilihannya.
Program sosial tersebut menyasar wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Aceh yang meliputi Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Sepanjang Ramadhan tahun ini, santunan diberikan kepada sekitar 1.000 anak yatim dan piatu yang tersebar di berbagai gampong dan kecamatan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap guna memastikan pemerataan serta tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga Kapolda Aceh Turun Langsung Kawal Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Pastikan Perjalanan Aman dan Tertib
Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut telah berjalan selama dua tahun terakhir sebagai bentuk konsistensi dan komitmen sosial berkelanjutan dari Khalid terhadap masyarakat di daerah pemilihannya.
Pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Ia menilai kepedulian seperti ini mencerminkan sisi humanis dalam dunia politik yang kerap dianggap jauh dari empati.
“Anak-anak yatim adalah amanah sosial yang harus dijaga bersama. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberikan harapan bagi masa depan mereka,” ujar Isa Alima.
Ia berharap langkah Khalid dapat menjadi contoh bagi anggota legislatif lainnya di Aceh, sehingga gerakan kepedulian sosial terhadap anak yatim terus berkembang dan menjadi budaya kolektif.
Baca Juga Pasutri Pembunuh Wanita di Dukuh Semar Ditangkap 3 Jam Usai Penemuan Mayat
Menurutnya, dukungan yang berkelanjutan—baik moral maupun material—akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak yatim untuk meraih cita-cita dan berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.
Dalam perspektif sosial, santunan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi kemanusiaan. Anak-anak yang hari ini menerima bantuan diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mampu memberi kembali kepada masyarakat.
Ramadhan menjadi momentum untuk menegaskan bahwa nilai kehidupan tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi dari apa yang mampu dibagikan. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, aksi nyata seperti ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kepedulian dan kepekaan terhadap sesama.
Ke depan, semangat kepedulian ini diharapkan tidak berhenti pada satu sosok, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama demi memastikan anak-anak yatim tetap memiliki harapan, akses pendidikan, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Penulis Drs M Isa Alima l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
