Sigli – AswinNews.com — Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, memberikan apresiasi tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah cepat Bupati Pidie Sarjani Abdullah, S.Sos., dalam menerbitkan Surat Edaran Nomor: 600.11/1292/2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di Kabupaten Pidie.
Menurut Isa Alima, kebijakan tersebut bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Pidie terhadap kualitas hidup masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah yang dikenal sebagai Bumi Pangwa.
“Kita melihat ada keselarasan visi yang kuat antara pusat dan daerah.
Bupati Pidie mampu menerjemahkan instruksi Presiden menjadi program kerja yang aplikatif dan menyentuh sektor-sektor fundamental seperti keamanan publik, kesehatan lingkungan, hingga estetika wilayah,” ungkap Isa Alima, Minggu (26/04/2026).
Ia menilai penerbitan surat edaran tertanggal 1 April 2026 itu menunjukkan responsivitas pemerintah daerah dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah awal Februari lalu.
“Kita melihat ada keselarasan visi yang jelas antara kebijakan pusat dan daerah.
Bupati Pidie mampu mengubah instruksi menjadi program kerja yang nyata, tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas,” tambahnya.
Isa Alima menyoroti empat pilar utama Gerakan Indonesia ASRI yang dinilai sangat penting bagi Kabupaten Pidie saat ini.
Pada aspek Aman, penataan lingkungan berbasis mitigasi bencana dan pengelolaan sampah berbahaya dianggap sebagai langkah preventif yang tepat, mengingat kondisi geografis Pidie yang rentan terhadap berbagai risiko alam.
Untuk aspek Sehat, penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengendalian pencemaran lingkungan diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Di bidang Resik, Isa Alima mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber daya lokal.
“Instruksi mengenai pemilahan sampah, budidaya maggot, dan biodigester merupakan solusi modern untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar,” ujarnya.
Sedangkan pada aspek Indah, penanaman mangrove di kawasan pesisir dan tanaman lokal di sempadan sungai dinilai tidak hanya mempercantik daerah, tetapi juga menjadi benteng alami terhadap abrasi dan erosi.
Sebagai mantan anggota legislatif, Isa Alima menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat sebagaimana tercantum dalam surat edaran tersebut.
Ia mendorong dukungan mulai dari pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, hingga aparatur gampong.
“Instruksi Bupati sangat jelas, ada jadwal rutin setiap Selasa untuk kebersihan lingkungan kantor dan hari Jumat untuk aksi kebersihan publik atau Jumat Bersih. Saya mengajak para Keuchik Gampong menjadi garda terdepan menggerakkan masyarakat,” imbaunya.
Menutup pernyataannya, Isa Alima berharap Inspektorat Kabupaten Pidie dapat menjalankan fungsi pemantauan dan evaluasi secara berkala agar program berjalan optimal.
“Kebijakan yang baik tanpa pengawasan yang ketat akan sulit berjalan maksimal. Kita berharap Gerakan Indonesia ASRI ini menjadi budaya baru di Pidie, bukan hanya seremonial belaka.
Pidie harus kembali menjadi daerah yang nyaman, asri, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Langkah cepat Bupati Pidie tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh dalam menangani isu lingkungan hidup secara terpadu dan berkelanjutan.
🖊️ Laporan Jurnalis: Drs.M.Isa Alima
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
