Demo Mahasiswa di DPRD Riau Berlangsung Damai, Tuntutan Disampaikan dan Disepakati

๐Ÿ–‹๏ธ Penulis: Harry, | ๐Ÿ—ž๏ธ Kontributor: Rudi, |
โœ๏ธ Editor: Kenzo | AswinNews.com โ€“ Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

PEKANBARU โ€“ ASWINNEWS.COM โ€“ Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPRD Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Tengkerang Selatan, Kota Pekanbaru, Senin (1/9/2025) berlangsung damai dan tertib.

Ratusan mahasiswa turun ke jalan menuntut pembebasan rekannya, Khariq Anhar, mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang ditangkap saat aksi di Jakarta pada 25 Agustus hingga 1 September 2025. Selain itu, massa juga mendesak agar Polri mengusut tuntas tindakan represif aparat terhadap peserta aksi.

Dalam orasinya, mahasiswa menyuarakan beberapa poin tuntutan lain, di antaranya mendesak penghapusan tunjangan anggota DPR serta percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dari Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru. Suasana tetap kondusif tanpa insiden yang mengganggu jalannya unjuk rasa.

Massa akhirnya ditemui langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, serta Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika. Dalam pertemuan itu, Kaderismanto menyatakan DPRD Riau menerima tuntutan mahasiswa dan siap menyampaikannya ke DPR RI.

โ€œAtas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Riau, kami menerima tuntutan ini dan akan meneruskannya kepada otoritas yang lebih tinggi, yaitu DPR RI, agar segera ditindaklanjuti,โ€ ujar Kaderismanto.

Aksi ditutup dengan suasana penuh keakraban. Para mahasiswa menyalami aparat kepolisian sebagai tanda bahwa aspirasi tersampaikan dengan damai.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika, turut mengapresiasi jalannya aksi.
โ€œKami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya secara tertib dan damai. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan jangan sampai terpecah belah,โ€ tegasnya.


๐Ÿ“ Laporan: Rudi Aswinnews.com dilokasi


Catatan Redaksi:

AswinNews.com memandang aksi mahasiswa di Riau ini sebagai wujud nyata kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Tuntutan terkait pembebasan mahasiswa yang ditahan, evaluasi tunjangan anggota DPR, serta percepatan RUU Perampasan Aset merupakan isu strategis yang menyentuh kepentingan publik secara luas.

Meski aksi berjalan damai, komitmen DPRD untuk meneruskan aspirasi ke DPR RI perlu terus dikawal agar tidak berhenti sebatas janji politik. Media dan publik diharapkan tetap kritis serta mengawasi jalannya proses legislasi dan penegakan hukum agar tuntutan mahasiswa tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menghasilkan perubahan nyata.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *