Demo Season 2 di DPRD Kota Binjai Ricuh: Empat Orang Diamankan, Diduga Bawa Sajam

🖋️ Penulis: Ali Asan
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Binjai, AswinNews.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang memasuki “Season 2” di depan kantor DPRD Kota Binjai, Senin (1/9/2025), berakhir ricuh. Empat orang diamankan polisi karena diduga membawa senjata tajam di tengah kericuhan yang pecah sore hari saat hujan deras mengguyur lokasi.

Kericuhan bermula ketika massa yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan pengemudi ojek online (ojol) berusaha memaksa masuk ke gedung DPRD Binjai. Massa juga melemparkan benda ke arah Kapolres Binjai, AKBP Bambang C. Utomo, SH., S.I.K., M.Si., yang saat itu berada di barisan depan pengamanan. Polisi sempat terlibat aksi saling dorong dengan demonstran hingga situasi tak terkendali.

Kapolres Binjai segera diamankan oleh anggotanya setelah situasi memanas. Hujan deras yang mengguyur tidak menyurutkan massa, bahkan memperkeruh suasana. Polisi kemudian mengamankan empat orang yang diduga menyusup dalam aksi dan membawa senjata tajam.

Season 1 Berlangsung Damai

Kericuhan pada aksi kedua ini kontras dengan “Season 1” unjuk rasa di hari yang sama. Aksi perdana berlangsung damai, bahkan unik, karena mahasiswa menyampaikan kritik lewat tarian adat Melayu. Tarian itu disebut sebagai simbol sindiran terhadap wakil rakyat yang dianggap “menari di atas penderitaan rakyat.”

Ketua DPRD Kota Binjai, Gusuartini, bersama sejumlah anggota dewan dan Kapolres Binjai, sempat menemui mahasiswa. Dalam momen itu, mahasiswa menyerahkan uang Rp1.000 sebagai simbol agar DPRD meneruskan kritik ke DPR RI. Aksi pertama ditutup dengan damai sekitar pukul 14.00 WIB.

Dugaan Penyusup

Polisi menduga kericuhan di aksi kedua dipicu oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyusup ke dalam barisan mahasiswa. “Kami masih menyelidiki identitas dan motif mereka yang diamankan, termasuk dugaan kepemilikan sajam,” ujar salah satu perwira polisi di lokasi.

Hingga Senin sore, aparat masih berjaga ketat di sekitar gedung DPRD Binjai untuk mencegah kericuhan lanjutan.


Catatan Redaksi:
AswinNews.com menilai perbedaan mencolok antara damainya “Season 1” dan ricuhnya “Season 2” perlu ditelusuri lebih lanjut. Dugaan adanya penyusup dalam aksi mahasiswa patut diperiksa secara transparan agar tidak menimbulkan stigma negatif kepada gerakan mahasiswa yang sejak awal membawa pesan simbolis dan damai.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *