🖋️ Penulis: Syawalludin
✍️ Editor: Kenzo
📍 Purwakarta – AswinNews.com
Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
19 Juli 2025
Purwakarta,~ Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Campaka kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang dirangkaikan dengan dialog interaktif bersama pengurus NU tingkat ranting se-Kecamatan Campaka. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu malam (19/7/2025) pukul 20.00 WIB bertempat di Majlis Hidayatul Athfal, kediaman KH Lukmanul Hakim, S.Pd, di Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka.
Tradisi NU yang Sarat Makna
Lailatul Ijtima’ merupakan tradisi khas dalam kalangan jam’iyah Nahdlatul Ulama. Lazimnya digelar setiap bulan selepas salat Isya berjamaah di masjid, mushola, atau rumah tokoh NU. Selain menjadi media penguatan konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga NU, khususnya antara para ulama sepuh dengan pengurus muda NU di tingkat ranting dan MWC.
Acara malam itu dikemas dalam bentuk kajian ke-Aswajaan dan dialog interaktif yang membahas program kerja MWC NU serta strategi pembinaan organisasi. Seluruh pengurus MWC dan Ranting NU se-Kecamatan Campaka turut hadir dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Peneguhan Nilai Aswaja
Dalam sambutannya, Rois MWC NU Campaka, KH Sandang SM, menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum berharga untuk merajut kekuatan jamaah dan meneguhkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Lailatul Ijtima’ ini hanya dimiliki oleh NU. Tidak ada organisasi lain yang memiliki kegiatan dengan nama dan nilai serupa. Sejarah mencatat, kegiatan ini digagas oleh KH Hasyim Asy’ari sebagai media konsolidasi dan syiar Aswaja,” jelas KH Sandang.
Ia juga mendorong seluruh pengurus ranting agar menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing, demi memperluas manfaat keorganisasian NU bagi masyarakat sekitar.
Komitmen Keistiqamahan
Sementara itu, tuan rumah kegiatan sekaligus pengurus MWC NU, KH Lukmanul Hakim, menyatakan komitmennya untuk terus istiqamah menghidupkan tradisi ke-NU-an, termasuk Lailatul Ijtima’ sebagai salah satu warisan utama dari para pendiri NU.
“Kita telah diwarisi NU dengan pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tugas kita adalah merawat, menguatkan barisan, dan menangkal masuknya paham-paham keagamaan yang menyimpang,” tegas KH Lukmanul Hakim.
Ia menambahkan, manusia hanya bisa menemukan, tetapi tidak menciptakan. Segala sesuatu yang belum ditemukan bisa ditemukan karena kehendak Allah, Sang Pencipta langit dan bumi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat kehadiran NU di tengah masyarakat.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
