Jangan Tunggu Tragedi, Dukungan Pemerintah Provinsi untuk Balawista Harus Dievaluasi

Lombok Tengah, NTB –AswinNews.Com- Keberadaan Balawista sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan wisatawan di kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat kian menjadi sorotan.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisata, khususnya di kawasan Lombok, dukungan dari Pemerintah Provinsi dinilai masih jauh dari kata maksimal.

Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) selama ini memegang peran penting dalam melakukan pengawasan, pertolongan, hingga evakuasi korban kecelakaan laut.

Namun ironisnya, para petugas di lapangan justru harus berjuang dengan keterbatasan, mulai dari minimnya peralatan keselamatan hingga kurangnya perhatian terhadap kesejahteraan anggota.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Pemerintah Provinsi NTB diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dukungan yang diberikan kepada Balawista, sebelum terjadi tragedi yang lebih besar di kawasan wisata unggulan daerah.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Balawista ini ujung tombak keselamatan wisatawan. Kalau mereka tidak didukung maksimal, ini sangat berisiko,” ungkap salah satu sumber di lapangan.

Kawasan pesisir seperti Kuta Mandalika, Tanjung Aan, hingga pantai-pantai lain di Lombok Tengah menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun dengan tingginya aktivitas wisata, potensi kecelakaan laut juga semakin besar.

Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan maksimal dari Balawista. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak anggota yang mengeluhkan kurangnya fasilitas seperti alat penyelamatan modern, pos penjagaan yang layak, hingga pelatihan berkala yang memadai.

Selain itu, persoalan insentif dan jaminan kerja bagi anggota Balawista juga menjadi perhatian serius. Banyak petugas yang bekerja dengan risiko tinggi, namun belum mendapatkan perlindungan yang layak.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi NTB tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Dukungan nyata, baik dalam bentuk anggaran, fasilitas, maupun kebijakan yang berpihak, sangat dibutuhkan agar Balawista dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

Keselamatan wisatawan bukan hanya tanggung jawab petugas di lapangan, tetapi juga menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam mengelola sektor pariwisata. Jika Balawista terus dibiarkan berjuang sendiri, maka bukan tidak mungkin tragedi akan menjadi harga mahal yang harus dibayar.

Momentum ini harus menjadi titik evaluasi bersama. Jangan sampai peringatan ini diabaikan, dan penyesalan datang ketika semuanya sudah terlambat.

Penulis,Jaswadi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *