Diduga Pungli Berkedok Pakaian Olahraga, SMPN 7 Binjai Dikeluhkan Orang Tua Murid

Binjai, Aswinnews.com – 14 Maret 2026

Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pihak SMP Negeri 7 Binjai dengan dalih pengadaan perlengkapan pakaian olahraga dan atribut sekolah.

Keluhan tersebut disampaikan oleh beberapa wali murid kepada awak media pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 10.10 WIB. Mereka mengaku keberatan dengan biaya yang ditetapkan sekolah sebesar Rp450.000 per siswa.

Menurut keterangan para orang tua, biaya tersebut disebutkan untuk pembelian pakaian olahraga, atribut sekolah, topi, dasi pramuka, serta training olahraga.

Baca Juga Kasus Dugaan Intimidasi HRD Di PT Kids Play Indonesia Jadi Sorotan, Karyawan Klaim Difitnah hingga Dipecat

Para wali murid menilai nominal tersebut cukup memberatkan, khususnya bagi orang tua dari kalangan ekonomi kurang mampu.

“Kami sebagai orang tua merasa keberatan. Nilainya cukup besar, sementara perlengkapan yang diberikan menurut kami tidak sebanding dengan jumlah uang yang diminta,” ujar salah satu wali murid kepada awak media.

Untuk memastikan informasi tersebut, pada hari yang sama sekitar pukul 13.05 WIB, awak media juga sempat menanyakan langsung kepada salah satu siswa di lingkungan sekolah. Dari keterangan siswa tersebut disebutkan bahwa dana sebesar Rp450.000 digunakan untuk pembelian training olahraga, atribut, topi, dan dasi pramuka.

Selanjutnya pada 7 Maret 2026, awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMP Negeri 7 Binjai, Warsingin. Namun saat itu pihak guru menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

Baca Juga Nasabah BPR Kota Cirebon Keluhkan Pencairan Dana Berbelit, Nomor Tim Likuidasi Sulit Dihubungi

Awak media kemudian bertemu dengan seorang guru yang mengaku bernama Yuni. Ia menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang melayat (takziah) dan meminta awak media meninggalkan nomor kontak.

“Tinggalkan saja nomor bapak dan pesan bapak, nanti akan saya sampaikan kepada kepala sekolah,” ujar Yuni.

Namun hingga delapan hari setelahnya, pihak sekolah belum memberikan tanggapan atau klarifikasi kepada awak media terkait dugaan pungutan tersebut.

Karena belum adanya klarifikasi dari pihak sekolah, maka informasi ini akhirnya dipublikasikan sebagai bentuk kontrol sosial dan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 7 Binjai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungutan tersebut.


Penulis:
M. Simon Sirbakti l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *