Indramayu, Aswinnews.com – PT Kilang Pertamina International (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan melalui HSSE Training Center kembali menggelar Pelatihan HSSE Passport 2.0 Batch 61-2026 bagi pekerja Pertamina dan Tenaga Alih Daya (TAD). Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan sukses di Aula Swastika Meeting Room Hotel Swiss-Bellinn Indramayu, Kamis (5/2/2026).
Pelatihan ini dihadiri Tim Human Capital RU VI Muchamad Taufik, para narasumber dari Fungsi HSSE RU VI yakni Ruli Masyuri, Agus Haryanto, dan Aris Suhendi, serta para peserta pelatihan yang terdiri dari pekerja Pertamina dan TAD.

Pelatihan HSSE Passport 2.0 merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap bulan oleh HSSE Training Center. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan di Hotel Swiss-Bellinn Indramayu atau Aula Perumahan Bumi Patra (BP), dengan peserta yang berbeda pada setiap batch. Dalam satu hari, pelatihan dilaksanakan dalam dua batch, yakni untuk pekerja Pertamina dan TAD yang sebelumnya dikenal sebagai tenaga outsourcing.
Baca Juga PWI Indramayu Gelar Peringatan HPN 2026 Dan Anugerahkan PWI Award Ke-9 Kepada 18 Local Hero
Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pelatihan keselamatan kerja guna mencegah terjadinya insiden berulang, sekaligus meningkatkan kompetensi serta membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja. Program ini telah berjalan sejak tahun 2025 dan terus berlanjut dengan target seluruh pekerja Pertamina dan TAD telah mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam satu bulan, pelaksanaan Pelatihan HSSE Passport 2.0 dapat mencapai hingga enam batch, dengan jumlah peserta sekitar 40 orang pada setiap batch, baik dari pekerja Pertamina maupun TAD.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai level dan bidang kerja. Untuk kelas pekerja Pertamina, peserta terdiri dari level operator hingga panelman, sedangkan untuk kelas TAD meliputi bidang material handling, mekanik, hingga administrasi.
Baca Juga Polres Cirebon Kota Bersama Instansi Terkait Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman Jelang Ramadhan
Dalam wawancara dengan awak media, Muchamad Taufik dari Tim Human Capital RU VI menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan operasional perusahaan.
“Melalui pemenuhan pelatihan ini diharapkan keselamatan unit operasi dan proyek dapat terus meningkat, kepatuhan terhadap regulasi dan standar tetap terjaga, serta reputasi perusahaan semakin menguat sebagai organisasi yang proaktif dalam membangun safety culture bagi seluruh pekerja,” ujarnya.
Penulis Thoha l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
