Program Bertani Komite SMA 1 Cikijing Gali Nilai Karakter Berbasis Budaya Lokal

MAJALENGKA,GarisData.com – Komite SMA 1 Cikijing Kabupaten Majalengka menginisiasi program bertani sebagai upaya penguatan pendidikan karakter siswa. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai kemandirian, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mengaitkannya dengan budaya lokal masyarakat Cikijing.

Ketua Komite SMA 1 Cikijing, H Baya, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil koordinasi antara Komite SMA 1 Cikijing dan pihak sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya perlu berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga harus fokus pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan yang penting.

“Bertani mengajarkan kesabaran, tanggung jawab, dan kerja sama. Nilai-nilai ini sangat krusial untuk pembentukan karakter siswa. Apalagi budaya bertani telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Cikijing,” ujar H Baya pada hari Kamis (22/1/2026).

Pada tahap awal pelaksanaannya, sekolah bersama komite akan memanfaatkan lahan yang ada di lingkungan sekolah untuk kegiatan bercocok tanam. Beberapa komoditas yang direncanakan untuk dibudidayakan antara lain bibit anggur, daun katuk, serta berbagai jenis sayuran.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penanaman hingga tahap perawatan tanaman, akan melibatkan siswa secara langsung sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Melalui keterlibatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga mendapatkan pembelajaran dari pengalaman nyata di lapangan.

H Baya menambahkan, aktivitas bertani ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sekaligus melatih konsistensi dan etos kerja siswa. “Hasilnya mungkin tidak terlihat secara instan, namun proses yang dilalui justru menjadi bagian dari pembelajaran yang mendalam,” katanya.

Pihak sekolah menilai program bertani ini selaras dengan upaya penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada aspek gotong royong, kemandirian, dan bernalar kritis. Ke depan, program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar.***

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *