Lubuklinggau – AswinNews.com —
Ketidakhadiran Wali Kota Lubuklinggau dalam Diskusi Pemuda Refleksi Akhir Tahun yang digelar Kamis, 25 Desember 2025, menuai kekecewaan kalangan pemuda.
Diskusi bertema Arah Kepemimpinan Wali Kota Lubuklinggau di Awal Tahun Pemerintahan tersebut berlangsung di Cafe Hambalayo dan diinisiasi aktivis mahasiswa Ahmad J Prayogi.
Wali Kota yang dijadwalkan sebagai narasumber utama diketahui baru mengonfirmasi ketidakhadiran sekitar satu jam sebelum acara dimulai, meski agenda telah disepakati sebelumnya. Absennya kepala daerah dinilai mencerminkan lemahnya komitmen dialogis dan etika kepemimpinan.
Ahmad J Prayogi menegaskan forum tersebut merupakan ruang demokrasi yang akademis dan non-konfrontatif. “Pemuda hanya menuntut kehadiran, kesediaan mendengar, dan keberanian berdialog.
Demokrasi dibangun dari dialog, bukan slogan,” ujarnya.
Meski tanpa kehadiran Wali Kota, diskusi tetap berjalan. Pemerintah Kota Lubuklinggau diwakili Kepala Bappeda Litbang Emra Endi Kusuma, sementara DPRD diwakili Sherly Olivia Utari.
Sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat juga menegaskan bahwa dialog publik merupakan pilar penting demokrasi.
Para peserta sepakat, absennya kepala daerah dalam forum refleksi publik patut menjadi catatan serius, karena demokrasi akan melemah ketika dialog justru dihindari oleh pemegang kekuasaan.
🖊️ Laporan Jurnalis: Thoha
✍️ Editor: Abah Roy | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
