Sebanyak 50 KK Terdampak Banjir di Kelurahan Dendang, Kecamatan Stabat, Langkat

🗓️ Langkat, 11 November 2025
✍️ Laporan: Ali Asan | Editor: Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update

LANGKAT – AswinNews.com | Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Dendang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Dendang setelah diguyur hujan deras sejak Senin malam (10/11/2025).

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan oleh Kanit Intelkam Polsek Stabat IPDA Alpan, SH, Bhabinkamtibmas Aiptu Bastanta Tarigan, serta Babinsa Koramil 07/Stabat Serka Suwanto, banjir mulai merendam rumah warga pada Selasa (11/11/2025) pagi pukul 09.30 WIB.

Air merendam permukiman di Lingkungan IV, V, VI, VIII, dan IX dengan ketinggian mencapai 70 hingga 100 sentimeter. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada korban jiwa, namun kerugian material belum dapat ditaksirkan.

Menurut keterangan petugas di lapangan, penyebab utama banjir diduga karena tingginya curah hujan yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Dendang dan meluber ke permukiman warga.

Situasi terkini dilaporkan air mulai berangsur surut, dan kegiatan pengecekan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Meski demikian, warga tetap waspada mengantisipasi potensi hujan susulan.

Sejumlah warga juga berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat segera melakukan langkah antisipatif, antara lain normalisasi aliran Sungai Dendang serta pembersihan parit dan saluran air di wilayah Kelurahan Dendang guna mencegah banjir berulang.

“Kami berharap pemerintah bisa segera melakukan normalisasi sungai dan pembersihan parit. Setiap hujan deras, air cepat naik dan masuk ke rumah warga,” ujar salah satu warga setempat.


Catatan Redaksi:

Banjir di wilayah Stabat dan sekitarnya menjadi permasalahan rutin setiap musim hujan, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang belum optimal. Redaksi AswinNews.com mendorong pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat untuk memperkuat kerja sama dalam normalisasi sungai, perawatan saluran air, serta peningkatan kesadaran lingkungan agar bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *