MAJALENGKA,Aswinnews.com – Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembangunan infrastruktur yang terarah dan berkelanjutan. Ia menyebut, langkah ini merupakan bagian dari visi-misi kepemimpinannya bersama Bupati Majalengka untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
“Membangun infrastruktur untuk menumbuhkan UMKM yang ada di Kabupaten Majalengka memang menjadi visi-misi kami. Salah satu yang kami rencanakan yaitu membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) dari alun-alun menuju area gedung DPRD,” ujar Dena, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, pembangunan JPO tersebut bukan sekadar fasilitas umum, tetapi juga upaya untuk menata kawasan kuliner dan UMKM di sekitar alun-alun agar lebih rapi, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Ia menambahkan, proyek tersebut tidak akan menggunakan dana APBD.

“Jembatan itu bukan dari APBD, tapi dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Jadi tidak membebani keuangan daerah,” jelasnya.
Dena juga menyampaikan, kehadiran infrastruktur baru diharapkan dapat menjadi pemicu tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan lingkungan UMKM yang tertata dan fasilitas publik yang memadai, daya tarik wisata kuliner Majalengka pun diyakini akan meningkat.
“Mudah-mudahan dengan infrastruktur yang baik, UMKM bisa tumbuh dan ekonomi di tingkat bawah ikut bergerak. Dengan begitu, angka kemiskinan bisa ditekan, dan pertumbuhan ekonomi Majalengka semakin positif,” tuturnya.
Wabup juga menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah kecamatan yang sejalan dengan misi penguatan UMKM. Ia menyebut, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari janji politik yang kini diwujudkan dalam program nyata.
Selain infrastruktur, Pemkab Majalengka juga telah meluncurkan program GASIK (Gerakan Akselerasi dan Inovasi Kreatif) bagi pelaku UMKM potensial. Program ini memberikan dukungan berupa bantuan modal senilai Rp10 juta per UMKM kepada pelaku usaha yang dinilai memiliki kualitas produk unggulan dan berpotensi ekspor.
“Tahun ini sudah ada 25 pelaku UMKM yang mendapat bantuan. Ke depan, program ini akan terus kami evaluasi dan kembangkan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Dena.
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya mengandalkan dana APBD, tetapi juga mendorong peran BUMD seperti Bank Majalengka untuk turut serta dalam pembiayaan pengembangan UMKM.
“Kita nanti akan buat regulasinya, supaya BUMD bisa ikut serta membantu pengembangan UMKM di Kabupaten Majalengka. Ini langkah nyata agar UMKM kita naik kelas,” tegas Dena.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, diharapkan Majalengka bisa menjadi kabupaten yang maju dalam sektor ekonomi kreatif dan mandiri melalui penguatan UMKM lokal.***
![]()
