MAJALENGKA,Aswinnews.com – Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Komisi II Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Gus Hishnu Basyaiban, sukses menggelar Reses Masa Persidangan I Tahun Kedua di Desa Candra Jaya, Kecamatan Sukahaji, Majalengka.pada hari Senin,(10/11/2025), Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait isu-isu krusial seperti BPJS Kesehatan, pupuk subsidi, dan pengembangan UMKM.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Hishnu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga dalam pembahasan di Komisi II DPRD Majalengka serta Rapat Pleno DPRD. “Tiga isu utama ini menjadi fokus perhatian kami karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Kabar Baik untuk Peserta BPJS Kesehatan: Program Pemutihan Tunggakan
Menanggapi keluhan terkait tunggakan iuran BPJS Kesehatan, Gus Hishnu menyampaikan informasi mengenai program Pemutihan Tunggakan yang sedang dijalankan pemerintah. Program ini menyasar peserta mandiri (PBPU/BP) yang telah beralih menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan iuran yang ditanggung oleh APBN atau APBD.

“Pemerintah melalui BPJS Kesehatan sedang menjalankan program pemutihan bagi peserta dari kalangan tidak mampu. Kami harap masyarakat Majalengka yang menunggak dapat memanfaatkan kesempatan ini,” katanya.
Pemutihan berlaku maksimal untuk tunggakan selama dua tahun (24 bulan), dengan syarat peserta telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Masyarakat diimbau untuk segera melakukan verifikasi dan pendaftaran ulang di kantor BPJS Kesehatan untuk memastikan status kepesertaan mereka valid.
Pupuk Subsidi: Petani Wajib Tergabung dalam Kelompok Tani
Mengenai keluhan sulitnya memperoleh pupuk subsidi, Gus Hishnu menjelaskan bahwa hal ini disebabkan adanya perubahan regulasi. “Syarat utama untuk mengakses pupuk subsidi sekarang adalah wajib tergabung dalam kelompok tani. Ini sesuai Peraturan Menteri Pertanian terbaru,” jelasnya.
Proses pengajuan dilakukan secara kolektif melalui sistem e-RDKK oleh kelompok tani dan diverifikasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Subsidi hanya diberikan kepada petani dengan lahan maksimal 2 hektar yang menanam komoditas prioritas. Gus Hishnu mengimbau para petani agar aktif di kelompok tani sehingga bisa masuk dalam daftar penerima pupuk subsidi untuk musim tanam berikutnya.
UMKM: Akses Permodalan dan Sertifikasi Halal Gratis
Dalam bidang ekonomi, Gus Hishnu menyoroti aspirasi masyarakat terkait pengembangan UMKM. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM (DK2UM) telah menyiapkan berbagai program pendukung, seperti akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pinjaman ultra mikro (UMi) dengan bunga subsidi pemerintah.
Selain itu, pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) dari BPJPH Kementerian Agama, khusus bagi UMK yang memenuhi skema self-declare. “Pelaku UMKM di Majalengka bisa menghubungi DK2UM untuk mendapatkan pendampingan dalam pembuatan NIB, pengajuan KUR, hingga sertifikasi halal gratis,” tambahnya.
Komitmen DPRD untuk Aspirasi Rakyat
Menutup kegiatan resesnya, Gus Hishnu menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan utama dalam kerja pengawasan dan legislasi Komisi II DPRD Majalengka. “Aspirasi ini menjadi bahan bakar utama kami di Komisi II untuk mendorong kebijakan yang solutif. Kami akan memastikan program pusat seperti Pemutihan BPJS dan Pupuk Subsidi dapat berjalan lancar hingga tingkat desa,” pungkasnya.***
![]()
