Penulis Yoseph/ Editor Rahmat kartolo/ Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
Purwakarta – Aswinnews.com –
Menjelang berakhirnya kompetisi Liga 4 Seri 1 Jawa Barat, pertandingan antara Patriot FC melawan Parsipasi FC yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Panca Waluya harus berakhir tanpa laga. Pasalnya, tim Patriot tidak hadir ke lapangan sehingga dinyatakan walk out (WO) untuk ketiga kalinya selama kompetisi berlangsung.Kamis (6/11/2025)
Kondisi ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk pelatih, pengamat, dan tokoh sepak bola lokal yang menilai kejadian tersebut telah mencoreng semangat kompetisi dan pembinaan sepak bola di Jawa Barat.

Tias Tano: Liga Harus Jadi Ajang Pembinaan Pemain Muda
Pengamat sepak bola, Tias Tano, menilai kejadian WO seperti ini berdampak negatif terhadap jalannya kompetisi. Menurutnya, Liga 4 sejatinya merupakan wadah pembinaan pemain muda agar memiliki pengalaman dan menit bermain lebih banyak.
“Saya rasa dampaknya jelas ada, karena ajang kompetisi ini memberi kesempatan bagi pemain muda menambah jam terbang dan pengalaman. Kalau ada tim yang tidak hadir, itu sangat disayangkan. Harus ada sanksi agar Liga 4 Seri 1 Jabar ke depan bisa jadi percontohan pembinaan sepak bola di daerah,” ujar Tias.
Isman Jerman: WO Harus Dikenai Sanksi Tegas
Sementara itu, pemerhati sepak bola lainnya, Isman Jerman, menegaskan perlunya penegakan regulasi yang tegas terhadap tim yang dinyatakan WO.

“Kalau sebelumnya kedua tim sudah menyanggupi dan menandatangani kesepakatan untuk bertanding di Lapangan Panca Waluya, maka tim yang tidak hadir jelas melanggar regulasi. Seharusnya ada sanksi denda, bahkan pencoretan dari peserta Liga 4 Seri 1,” tegas Isman.
Ia menambahkan, kejadian seperti ini menodai semangat kompetisi dan merugikan banyak pihak.
“Tim lawan memang dapat poin tiga, tapi mereka tetap kecewa karena sudah mengeluarkan biaya dan tenaga. Kalau bisa, ke depan sistemnya home and away saja supaya lebih adil dan profesional,” katanya.
Isman juga menyoroti pentingnya manajemen klub untuk bertanggung jawab penuh atas kehadiran timnya.
“Kalau pelatih biasanya tidak mungkin mengatur agar tim tidak datang. Jadi sanksinya harus ke manajemen klub. Jangan sampai liga jadi seperti turnamen antar kampung,” tambahnya.
Encang Ibrahim: Saya Fokus Melatih Saja
Sementara itu, pelatih lokal Encang Ibrahim memilih tidak banyak berkomentar mengenai kejadian ini.
“Mohon maaf, saya tidak bisa komentar. Saya hanya pelatih dari kampung, urusan melatih saja saya masih belajar,” ujarnya singkat.
Pelatih Parsipasi: Sangat Disayangkan
Pelatih Parsipasi FC menyayangkan ketidakhadiran tim Patriot di laga akhir tersebut.
“Sangat disayangkan karena Patriot tidak hadir di laga terakhir melawan tim kami. Semoga ke depan semua tim lebih disiplin. Mudah-mudahan Parsipasi bisa menutup kompetisi ini dengan hasil terbaik,” ujarnya
Evaluasi untuk Kompetisi Liga 4 Jabar
Kejadian WO berulang ini diharapkan menjadi evaluasi bagi ASPROV PSSI Jawa Barat agar menegakkan regulasi lebih tegas terhadap peserta liga. Banyak pihak berharap, Liga 4 Seri 1 Jabar dapat terus menjadi wadah pembinaan dan seleksi pemain muda berbakat yang berpotensi naik ke level kompetisi lebih tinggi.
(Redaksi Aswinnews.com)
![]()
