Lontarkan Kata Agresif Saat Dikonfirmasi Kades Di Wilayah Loceret Nganjuk Diduga Tersandung Persoalan Hukum Yang Belum Terselesaikan

Penulis: Sunyoto | Editor Rahmat kartolo Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate :

Nganjuk, Aswinnews.com – Kepala Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, menunjukkan sikap tidak bersahabat saat dikonfirmasi oleh awak media terkait proyek pembangunan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita yang telah selesai pada Juli 2025 lalu.

Dalam kunjungan pada Senin (13/10/2025), wartawan Aswinnews.com bermaksud mengonfirmasi transparansi pelaksanaan proyek yang diklaim rampung 100 persen, namun tanpa dilengkapi papan informasi atau prasasti proyek sebagaimana lazimnya. Saat awak media sudah meminta izin kepada lima perangkat desa dan dipersilakan masuk, Kepala Desa Genjeng justru melontarkan pernyataan keras sebelum konfirmasi dilakukan.

Dari jarak sekitar tujuh meter dari ruang kerjanya, Kepala Desa disebut mengucapkan:
“Kenapa ke sini? Kita tidak punya uang,”
dengan nada tinggi dan sikap yang dinilai tidak kooperatif.

Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan di Desa Genjeng. Terlebih, ini merupakan kali pertama media Aswinnews.com melakukan kunjungan konfirmasi ke kantor desa tersebut.

Saat akhirnya dimintai keterangan, Kepala Desa Genjeng, Lausin, mengaku bahwa proyek pembangunan gedung TK tersebut menggunakan Dana Desa (DD) sebesar Rp195 juta. Terkait belum adanya prasasti atau papan informasi proyek, ia menyebut bahwa prasasti masih dalam proses pemesanan dan dana desa belum sepenuhnya cair.

“Itu pakai DD, anggarannya Rp195 juta. Alasannya prasasti belum dipasang karena masih dipesankan. Selain itu, dana desa juga belum bisa cair,” jelasnya singkat dengan nada yang masih terdengar tinggi.

Dugaan Persoalan Hukum

Di sisi lain, menurut informasi yang diperoleh Aswinnews.com dari sumber warga Desa Genjeng, Kepala Desa Lausin disebut-sebut tengah menghadapi persoalan hukum. Beberapa warga dikabarkan telah melaporkannya ke aparat penegak hukum, diduga ke Polres Nganjuk.

“Katanya sih sudah dilaporkan warga ke polisi, mungkin itu yang bikin beliau emosional waktu itu,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Aswinnews.com akan melakukan penelusuran lebih lanjut guna mengonfirmasi kebenaran laporan hukum tersebut dan menyelidiki apakah ada kaitan antara sikap kepala desa dan laporan yang dimaksud.


Catatan Redaksi:

Aswinnews.com berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial dan akan terus melakukan investigasi secara mendalam terkait dugaan pelanggaran atau ketidakwajaran dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan dana publik.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *