Ketum: Kami Hanya Memantau Kinerja Aparatur Negara, Bukan Premanisme
🖋️ Penulis: Thoha
🗞️ Editor: Kenzo – Redaksi Aswinnews.com ~ Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update
Cirebon – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia berlangsung lancar dan sukses. Dengan mengusung tema “Restrukturisasi, Profesionalisme, Organisasi Anti Korupsi Menuju Indonesia Maju dan Bebas Korupsi”, acara ini diwarnai dengan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan dhuafa serta prosesi potong tumpeng. Kegiatan digelar di Perumahan Villa Plumbon Blok M No.42 RT 22 RW 04, Desa Kasugengan Lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/9/2025).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum LSM Penjara Indonesia, Dr. Setia Budhi, SH., M.Pd., Ketua DPC Kabupaten Cirebon Asep Supriadi, Ketua DPC Kabupaten Indramayu Waryono, Ketua DPC Kabupaten Kuningan, perwakilan LSM Geram Cirebon, Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon, serta jajaran pengurus dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPC Cirebon Asep Supriadi menyampaikan bahwa perjalanan LSM Penjara Indonesia adalah bentuk tekad untuk terus berada di garda terdepan dalam mengawasi praktik korupsi.

“Hari ini adalah perjalanan panjang sebuah lembaga yang lahir dengan semangat meneguhkan tekad, untuk mengawal, membongkar, dan melawan praktik korupsi yang merugikan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Asep.
Ia menambahkan, meski menghadapi badai, tekanan, dan ancaman, LSM Penjara Indonesia tetap berdiri tegak.

“Semangat kami tidak pernah padam, karena keyakinan kami sederhana: korupsi adalah musuh bersama dan keadilan adalah tujuan utama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Penjara Indonesia, Dr. Setia Budhi, menegaskan bahwa organisasi ini sejak awal didirikan semata-mata untuk memantau kinerja aparatur negara, bukan untuk hal-hal lain.
“Dua belas tahun lalu saya berpikir, apa kontribusi yang bisa kami berikan untuk negeri ini. Lalu terbersit ide: mengapa tidak menjadi pemantau aparatur negara? Dari situlah lahir desain, logo, dan langkah awal Penjara Indonesia. Dulu kami sempat dipandang sebelah mata, bahkan ditertawakan. Karena ada opini bahwa LSM identik dengan premanisme. Itu salah besar. Kami tegaskan, Penjara Indonesia bukan premanisme, melainkan pemantau kinerja aparatur negara,” ungkap Setia Budhi.
Menurutnya, peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mempertegas komitmen perjuangan.
“LSM Penjara Indonesia akan terus menjadi mata dan telinga rakyat dalam melawan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan,” pungkasnya.
![]()
