🖊️ Penulis: Antho (Sekretaris DPD ASWIN Prov. Jabar)
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-update
Bandung – Aswinnews.com (27/9/2025)
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Provinsi Jawa Barat, Suyanto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus keracunan yang menimpa siswa-siswi di berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar korban merupakan pelajar SD, SMP hingga SMA, yang diduga akibat konsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan asupan gizi cukup, sehat, dan berkualitas. Namun, rentetan kasus keracunan yang belakangan ini terjadi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Perlu Pengawasan Ketat
“Program makan bergizi gratis sejatinya adalah langkah visioner dari Presiden. Tetapi dengan adanya kejadian keracunan di beberapa daerah, tentu harus menjadi perhatian serius. Perlu ada pengawasan ketat serta evaluasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat, mulai dari proses distribusi, kualitas bahan pangan, hingga pengolahan makanan,” ujar Suyanto, Jumat (27/9/2025).
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada niat baik pemerintah, tetapi juga pada pelaksanaan di lapangan. Tanpa pengawasan yang kuat, niat baik bisa berbalik menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak.
“Anak-anak kita adalah aset bangsa. Jangan sampai niat baik yang seharusnya menyehatkan, malah mengancam keselamatan mereka. DPD ASWIN Jawa Barat mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak terkait agar kasus serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.
Suara dari Lapangan
Sejumlah daerah memang melaporkan adanya kasus keracunan massal siswa akibat makanan MBG. Desakan audit menyeluruh terhadap kualitas dan sistem distribusi pun semakin kuat.
Seorang guru SMA di Bandung Barat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan pengalaman mengejutkan:
“Kami sangat kaget. Anak-anak yang seharusnya pulang dengan gembira, justru ada yang harus dibawa ke puskesmas. Kami berharap pemerintah serius memastikan kualitas makanan yang dibagikan.”
Hal serupa dirasakan orang tua korban. Seorang ibu rumah tangga asal Bandung Barat menuturkan kegelisahannya:
“Sebagai orang tua, kami mendukung program pemerintah. Tapi setelah anak saya keracunan, jujur kami jadi waswas. Harapan kami, jangan sampai anak-anak jadi korban lagi.”
Catatan Redaksi
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan penting yang menyangkut masa depan generasi bangsa. Namun, kasus keracunan yang terjadi belakangan ini menunjukkan adanya celah pengawasan dan kendali mutu yang harus segera diperbaiki. Redaksi menilai bahwa audit menyeluruh, transparansi distribusi, serta standar kebersihan yang ketat merupakan syarat mutlak agar program MBG benar-benar menjadi solusi, bukan masalah baru.
![]()
