Turnamen Sepak Bola Dolok CUP I Resmi Ditutup: “Junjung Tinggi Sportivitas dan Persahabatan”

🖋️ Penulis: Ependi Harahap ~ wartawan Biro Padang lawas Utara
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Paluta, AswinNews.com – Turnamen Sepak Bola Dolok CUP I resmi ditutup pada Selasa (26/8/2025) di Lapangan Desa Pijor Koling, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Ajang ini digelar oleh organisasi kepemudaan setempat—KNPI, IPK, AMPI, dan Pemuda Pancasila—dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80.

Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Camat Dolok Akhirul Razak Siregar S.Sos., M.Si. yang diwakili Kasi Pembangunan Aman Siregar S.Sos., perwakilan Polsek Dolok, Koramil 06 Dolok, Ketua ASKAB PSSI Paluta Abu Daud Siregar, serta unsur pimpinan OKP dan tokoh masyarakat.

Pertandingan Final yang Sengit

Dalam laga perebutan gelar, Kesebelasan Bunut Ampi berhasil menjadi juara setelah mengalahkan PSTD Siburbur dengan skor tipis 4-3. Sementara itu, Simataniari meraih juara III usai menundukkan Namarimbar dengan skor 5-4.

Dengan demikian, hasil akhir turnamen adalah:

  • 🥇 Juara I: Bunut Ampi
  • 🥈 Juara II: PSTD FC
  • 🥉 Juara III: Simataniari
  • 🎖️ Juara IV: Namarimbar

Sportivitas dan Persahabatan

Dalam sambutannya, Camat Dolok yang diwakili Kasi Pembangunan menyampaikan apresiasi dan harapan agar turnamen ini bisa menjadi agenda rutin.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, serta menjadi wadah mempererat persaudaraan dan persahabatan sesuai tema turnamen, Junjung Tinggi Sportivitas dan Persahabatan,” ujarnya.

Usai pertandingan, panitia menyerahkan hadiah berupa piala, piagam, dan uang pembinaan kepada seluruh tim yang meraih prestasi.

Turnamen Dolok CUP I pun resmi ditutup dengan semangat kebersamaan, menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi sarana memperkuat solidaritas pemuda dan masyarakat.


Catatan Redaksi

Renovasi kantor desa merupakan langkah positif untuk meningkatkan pelayanan publik. Namun, penggunaan Dana Desa (DD) senilai Rp109.311.000 untuk proyek ini tetap harus diawasi agar tepat sasaran dan transparan. Media menilai penting adanya laporan terbuka terkait progres pembangunan, kualitas material, serta perencanaan kelanjutan pekerjaan di tahun berikutnya. Tanpa pengawasan bersama, proyek bisa terjebak dalam masalah klasik: lambatnya penyelesaian, keterbatasan anggaran, dan potensi penyalahgunaan dana.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *