Makan Bergizi Gratis di Bengkalis Disorot Tidak Memenuhi Standar Layak Makan

Penulis Harry/ Editor Rahmat kartolo// Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate

BENGKALIS ASWINNEWS.COM –

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah pusat sebagai solusi Program makanan bergizi ,anak sekolah kini berubah jadi bahan guncingan pedas di Kabupaten Bengkalis. karena makan gizi geratis jauh dari layak Di konsumsi Senin (25/8/2025) .

Orang tua murid kecewa Program Makan Geratis yang tak layak

Sejumlah Orang tua murid mengaku kecewa saat anak mereka pulang dengan cerita Makan bergizi yang tidak masuk akal. “Katanya makan bergizi, tapi yang kami lihat nasi keras, tempe keras, bahkan ada telur yang masih mentah. Apa ini standar gizi yang dimaksud pemerintah?” sindir seorang wali murid dengan nada kesal, ucap wali murid

Kritik itu merebak di lapangan hingga jagat media sosial. Warganet menilai program yang mestinya mengutamakan kesehatan anak sekolah justru lebih mirip proyek seremonial tanpa pengawasan serius. “Kalau begini, bukan menyehatkan tapi bikin anak sakit perut. Dana negara habis, hasilnya nol besar,” tulis salah satu komentar yang viral.

Siapa Yang Bertanggung jawab pengawasan

Pertanyaan besar pun mencuat: siapa sebenarnya yang mengelola dan mengawasi distribusi makanan ini? Publik menuding ada ketidakjelasan dalam tata kelola anggaran. “Uang rakyat yang digelontorkan tidak sedikit. Tapi kalau hasilnya nasi keras dan telur mentah, wajar masyarakat bertanya: ke mana larinya dana itu?” ujar warga lainnya.

Tak sedikit wali murid mendesak agar pemerintah segera turun tangan melakukan evaluasi total. Mereka menegaskan, jika penyedia makanan tak sanggup memenuhi standar, sebaiknya program dihentikan. “Lebih baik uangnya dipakai untuk buku, seragam, atau fasilitas sekolah daripada dipaksakan dengan kualitas memprihatinkan,” tegas seorang wali murid.

Program MBG sejatinya punya tujuan mulia: mencegah stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak didik. Namun, pelaksanaan amburadul di Bengkalis membuat masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah. Jika dibiarkan, alih-alih menyehatkan, program ini justru bisa jadi bumerang bagi generasi penerus bangsa.

Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *