🖋️ Penulis: Yayat | Laporan Kontributor: Devi ,| ✍️ Editor: Kenzo
📍 Jombang | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya dan Ter-Update
Bandung, AswinNews.com – Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga penyiaran publik dengan menyuarakan semangat kebangsaan melalui program “KITA INDONESIA”. Acara ini digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Auditorium RRI Bandung, Jalan Diponegoro No. 61, dengan mengusung semangat kebhinekaan lintas generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Acara berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai, dihadiri berbagai pejabat penting di Jawa Barat, di antaranya Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jabar, anggota Komisi III DPRD Jabar, Wali Kota Bandung, Direktur Pegadaian Jabar, hingga Dirut Bandung TV. Tak ketinggalan, mahasiswa, komunitas, serta masyarakat umum turut hadir memeriahkan kegiatan ini.
Rangkaian Acara

Program KITA INDONESIA dikemas melalui:
- Talkshow Inspiratif bersama anggota Komisi II DPRD Jabar dan tokoh muda pelaku e-Creative Jawa Barat.
- Pertunjukan seni budaya yang menghadirkan penyair nasional Fery Sandi, teatrikal dari GBBT Unpad, paduan suara mahasiswa Unpad, penyanyi musikpreneur Rosyanti, dan grup seni Asmaraloka Baret.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Forum Komunitas Pendengar RRI Bandung yang datang dari berbagai daerah. Lebih dari 100 anggota komunitas hadir langsung, menunjukkan loyalitas mereka sebagai pendengar setia. Acara ini disiarkan melalui Programa 1, 2, dan 4 RRI.
Pesan Kebangsaan
Ketua Forum Komunikasi Pendengar RRI menegaskan bahwa program ini menjadi wadah untuk menggali potensi kebhinekaan dan menjadikannya peluang demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya.
“Semangat kebangsaan yang ditanamkan RRI melalui program KITA INDONESIA diharapkan mampu menjadi ruang inspiratif yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus membangun jembatan lintas generasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Catatan Redaksi
AswinNews melihat langkah RRI Bandung melalui program “KITA INDONESIA” sebagai bagian penting dari ikhtiar menjaga nasionalisme di tengah arus globalisasi dan penetrasi budaya digital. Partisipasi komunitas pendengar menjadi bukti bahwa penyiaran publik tidak hanya bersifat satu arah, melainkan juga ruang partisipatif bagi masyarakat.
![]()
