🖋️ Penulis: M. Ismail – Wartawan Biro Jombang
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update
Mojoagung, Jombang – AswinNews.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Dusun Sambilanang, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, menggelar tradisi Barikan pada Sabtu malam (16/8/2025). Acara berlangsung penuh khidmat, meriah, sekaligus sarat makna spiritual sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.
Tradisi Barikan diawali dengan pembukaan oleh Maskur, sesepuh sekaligus tokoh agama setempat. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Nurul, serta pembacaan tahlil dan doa dipimpin Al Ustadz Jamalludin.

Doa untuk Leluhur dan Semangat Kebangsaan
Warga dengan penuh antusiasme memanjatkan doa untuk para pahlawan dan leluhur yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Dalam tausiyahnya, Maskur mengingatkan pentingnya generasi muda untuk tidak melupakan jasa pendahulu bangsa.
“Leluhur kita berperang dengan ikhlas, bahkan nyawa mereka dipertaruhkan demi kemerdekaan anak cucunya. Kini, tugas kita sebagai generasi penerus adalah melanjutkan perjuangan itu dengan berpegang pada Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, tantangan saat ini berbeda dengan masa perjuangan fisik melawan penjajah. Kini, bangsa Indonesia dihadapkan pada “perang” melawan hawa nafsu, ketidakadilan sosial, hingga persoalan ekonomi dan moral.
Pesan Moral: Persatuan dan Kesadaran Diri
Dalam kesempatan itu, warga juga diajak untuk selalu mengedepankan persatuan, gotong royong, dan kerukunan sebagai modal utama bangsa.

“Pejabat wajib memakmurkan rakyatnya dengan kebijakan yang adil. Jangan sampai kebijakan justru menimbulkan konflik. Itu bertentangan dengan semangat Pancasila,” tegas Maskur.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya kesadaran spiritual. Menurutnya, dunia hanyalah tempat singgah sementara, sementara kematian adalah kepastian. Karena itu, manusia harus mempersiapkan diri dengan amal baik, menjaga persaudaraan, serta menghargai jasa para pahlawan, guru, dan leluhur.
Simbol Perjuangan di Menara Musholla

Salah satu momen unik dalam acara ini terjadi saat penghormatan bendera merah putih. Seorang warga memanjat menara musholla untuk mengibarkan bendera, seakan menggambarkan kembali perjuangan para pahlawan saat pertama kali mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Aksi ini disambut meriah oleh warga sebagai simbol keberanian dan semangat perjuangan.
Ajakan untuk Bersatu dan Introspeksi Diri
Acara Barikan ditutup dengan pesan mendalam agar seluruh warga selalu menjaga persatuan, gotong royong, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita tidak lagi berperang melawan penjajah, tapi melawan hawa nafsu, iri hati, kesenjangan sosial, dan tantangan kehidupan modern. Semua itu lebih berat jika kita tidak memulai dari introspeksi diri,” pesan para tokoh yang hadir.
Penutup Penuh Semangat
Acara Barikan ditutup dengan pekikan penuh semangat:
“Sekali merdeka, tetap merdeka!”
Tradisi Barikan ini menjadi bukti bahwa peringatan HUT RI bukan hanya seremoni, melainkan juga wadah memperkuat ikatan sosial, memperdalam nilai spiritual, serta menanamkan pesan moral bagi generasi penerus bangsa.
![]()
