🖋️ Penulis: Sunjaya
📍 Indramayu
✍️ Editor: Kenzo | Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, Ter-Update
Indramayu, 13 Agustus 2025 — Sejumlah pelaku usaha wisata yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB) mendatangi Pendopo Kabupaten Indramayu, Rabu (12/8/2025), untuk menyampaikan aspirasi kepada Wakil Bupati H. Syaefudin, S.H., M.H., terkait larangan study tour di sekolah yang diberlakukan melalui Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor 45/PK.03.03/Kesra, tertanggal 6 Januari 2025.
Ketua SP3JB, H. Juwanda, S.Sos., menilai kebijakan ini berdampak besar bagi pengusaha travel dan pekerja pariwisata di Indramayu. “Sejak larangan berlaku, banyak usaha gulung tikar. Ini memukul mata pencaharian ribuan pekerja pariwisata,” ujarnya.

Surat edaran itu melarang sekolah mengadakan kegiatan piknik berkedok study tour, dengan alasan menambah beban orang tua siswa. Menurut SP3JB, keputusan tersebut berpotensi memperparah pengangguran di sektor pariwisata, dari travel agent, pemandu wisata, perusahaan otobus, sopir, UMKM, hotel, restoran, hingga pedagang di destinasi wisata.
Wakil Bupati Syaefudin menyatakan siap menampung dan menyampaikan aspirasi ini kepada Bupati Lucky Hakim, serta mengoordinasikan lintas dinas agar solusi yang diambil tetap memperhatikan kepentingan pendidikan sekaligus keberlangsungan ekonomi daerah.

SP3JB mengingatkan, Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 mengatur bahwa kegiatan kurikuler dapat mencakup outbound, benchmarking, dan study tour sebagai penguatan karakter dan pembelajaran.
Mereka meminta Pemkab Indramayu:
- Tidak melarang kegiatan study tour, outing class, benchmarking, maupun edukasi wisata untuk PAUD hingga SMP.
- Membuat regulasi perizinan study tour melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan rekomendasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
SP3JB juga menegaskan dukungan terhadap program 14 Percepatan Indramayu REANG, khususnya bidang pendidikan, pengembangan pariwisata, dan program Wong REANG Wadul.
“Larangan study tour jangan sampai menghilangkan peluang kerja sekaligus mematikan pembelajaran kontekstual di luar kelas,” tegas Juwanda.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
