🖋️ Penulis: Ine
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya, dan Ter-Update
📍 Jakarta – Aswinnews.com
Setelah menyapa penonton melalui rangkaian roadshow spesial screening di berbagai kota besar seperti Solo, Makassar, Jakarta, Medan, Surabaya, Bandung, Bekasi, dan Tangerang, film “Lyora: Penantian Buah Hati” siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 7 Agustus 2025.
Film produksi Jarasta Enterprise, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment ini bukan sekadar drama keluarga biasa. Lyora hadir sebagai film layar lebar pertama di Indonesia yang mengangkat isu perjuangan pasangan dalam menghadapi infertilitas dan program bayi tabung (IVF), tema yang selama ini dianggap tabu dan jarang diangkat ke permukaan.
Perspektif Empatik Tentang Pejuang Garis Dua
Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, film ini membawa penonton menyelami pergulatan emosional pasangan Meutya (diperankan oleh Marsha Timothy) dan Fajrie (Darius Sinathrya) dalam mengusahakan kehadiran buah hati. Keduanya tampil kuat dan menyentuh, menggambarkan kompleksitas relasi, kesetiaan, dan harapan dalam proses yang penuh tekanan mental dan sosial.

“Melalui karakter Meutya dan Fajrie, kami ingin merangkul suara-suara sunyi para pejuang garis dua. Mereka yang selama ini mungkin belum sepenuhnya dipahami oleh lingkungan sekitarnya,” ujar Pritagita dalam konferensi pers usai press screening film di XXI Plaza Senayan, Kamis (31/7).
Cerita Lyora diangkat dari buku “Lyora: Keajaiban yang Dinanti” karya Fenty Effendy, yang kemudian dikembangkan menjadi skenario oleh Titien Wattimena dan Priska Amalia. Kepekaan naskah serta penyutradaraan film ini berhasil menciptakan ruang empati bagi para penonton.
Dibintangi Deretan Aktor Ternama
Selain Marsha dan Darius, film ini turut menampilkan akting memukau dari Widyawati, Olga Lidya, Hannah Al Rashid, Aimee Saras, Aryo Wahab, dan Ivanka Suwandi. Kolaborasi pemeran yang kuat menambah kedalaman cerita dan memperkaya dinamika emosional yang disajikan.
Marsha Timothy mengaku perannya sebagai Meutya memberinya pelajaran tentang arti harapan dan ketangguhan seorang perempuan.
“Meutya adalah representasi dari ribuan perempuan di luar sana yang sedang berjuang dalam sunyi. Saya belajar bahwa harapan itu nyata, dan perjuangan harus dijalani bersama pasangan yang saling menguatkan,” ujarnya.
Senada, Darius Sinathrya mengungkapkan bahwa karakter Fajrie adalah cerminan dari sosok suami yang harus siap secara lahir dan batin.
“Fajrie mengajarkan kita bahwa menjadi pasangan bukan hanya soal hadir secara fisik, tapi juga memberi dukungan emosional ketika istri menghadapi tekanan sosial karena belum memiliki anak.”
Membuka Dialog, Menumbuhkan Empati
Film ini diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro, serta produser eksekutif Januar R. Kusuma dan Andi Boediman.
“Kami ingin mengajak masyarakat lebih memahami perjuangan pasangan yang menjalani program IVF. Cerita Lyora adalah potret nyata yang dialami banyak keluarga Indonesia,” tutur Virgie Baker.
Dukungan juga datang dari sejumlah mitra seperti RS Bunda, Morula IVF, Garuda Indonesia, dan Livin’ by Mandiri sebagai official partner. Film ini diharapkan menjadi pemantik dialog dan pemahaman yang lebih luas tentang isu infertilitas yang selama ini dianggap sebagai beban perempuan semata.
Ikuti informasi lebih lanjut seputar film ini di akun Instagram resmi: @paragonpictures.id
📌 Catatan Redaksi:
Aswinnews.com mendukung upaya perfilman nasional yang membuka ruang diskusi publik tentang isu sosial dan kesehatan reproduksi. Film “Lyora” menjadi tonggak penting dalam membangun empati dan penghormatan terhadap perjuangan para pasangan yang menghadapi tantangan untuk memiliki buah hati.
![]()
