Tulungagung -aswinnews.com- Pemerintah Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung terus berupaya merealisasikan program ketahanan pangan sebagaimana amanat Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 03 Tahun 2025 tentang penggunaan Dana Desa untuk mendukung swasembada pangan nasional. Dalam kebijakan tersebut, desa diwajibkan mengalokasikan minimal 20 persen dari pagu Dana Desa Tahun 2025 untuk program ketahanan pangan.
Sebagai bentuk pelaksanaan kebijakan tersebut, Pemerintah Desa Tulungrejo mengalokasikan anggaran sebesar Rp193.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Tiga Juta Rupiah) untuk program ketahanan pangan desa. Pelaksanaan program tersebut kemudian dipercayakan kepada BUMDes Bhakti Mulya melalui mekanisme Musyawarah Desa.

Setelah menerima mandat dari Pemerintah Desa, pengurus BUMDes Bhakti Mulya segera menyusun rencana usaha strategis di bidang pertanian dan peternakan. Berbagai kajian dan paparan usaha dilakukan hingga akhirnya forum musyawarah menyepakati pengembangan Unit Usaha Pertanian dengan fokus pembangunan greenhouse tanaman melon premium sebagai program unggulan BUMDes.
Dana yang diterima BUMDes Bhakti Mulya sebesar Rp193.000.000,- (Seratus Sembilan Puluh Tiga Juta Rupiah) digunakan untuk pembangunan greenhouse berkapasitas sekitar 4.000 batang tanaman melon. Proses pembangunan greenhouse memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan. Setelah pembangunan selesai, kegiatan pengolahan tanah dimulai pada Januari 2026, dilanjutkan dengan penanaman pada Februari 2026.
Dalam pelaksanaan budidaya melon tersebut, pengurus BUMDes didampingi oleh tenaga profesional yang telah berpengalaman di bidang pertanian melon premium. Adapun varietas melon yang dikembangkan adalah jenis Inthanon dan Sweetnet yang dikenal memiliki kualitas unggul dan nilai ekonomi tinggi.

Kerja keras dan semangat pengurus BUMDes Tulungrejo Unit Ketahanan Pangan akhirnya membuahkan hasil. Pada Mei 2026, panen perdana berhasil dilaksanakan. Dari kapasitas sekitar 4.000 batang tanaman,Target produksi adalah 5 Ton dan saat panen perdana mampu menghasilkan produksi mencapai ± 5,2 Ton.
Pengurus BUMDes sebelum melaksanakan panen total juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin melihat, menikmati, serta merasakan buah melon kualitas premium dengan membentuk wisata petik buah selama ± 1 minggu, antusias warga masyarakat sangat tinggi untuk menikmati buah melon segar dengan memetik langsung dari pohon, bahkan rombongan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten juga sempat mampir ketika ada kunjungan kerja di kecamatan karangrejo.
Meskipun dalam proses budidaya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pengalaman dan serangan hama tikus, tingkat mortalitas tanaman tetap dapat ditekan hingga di bawah 8 persen. Capaian ini menjadi langkah awal yang positif bagi Desa Tulungrejo dalam mengembangkan program ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat desa melalui sektor pertanian modern.
Hudi Purnomo
![]()
