Gubernur Sulut YSK Peluk Liora, Beri Apresiasi untuk Abdul Rahman Agu: “Tindakan Kemanusiaan Luar Biasa”

🖋️ Penulis: Mychael Hontong
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update

MANADO, AswinNews.com — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menunjukkan kepedulian mendalam saat bertemu dengan Abdul Rahman Agu, pria yang berjasa menyelamatkan seorang bayi dari tragedi kebakaran Kapal Motor (KM) Barcelona 5, Minggu (20/7/2025).

Pertemuan penuh haru itu berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sulut, Rabu pagi (24/7/2025). Dalam suasana emosional, Gubernur YSK memeluk erat bayi bernama Liora, korban selamat dari peristiwa tragis tersebut, sekaligus memberikan penghormatan khusus kepada Abdul—yang akrab disapa Mamay—atas tindakannya yang heroik.

“Saya sangat menghargai keberanian Abdul. Ini adalah contoh nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan melampaui batas agama, suku, dan latar belakang apa pun,” ujar Gubernur YSK.

Dukungan Langsung dan Bantuan Nyata

Tak sekadar ucapan, Gubernur YSK memerintahkan timnya untuk mengganti peralatan survei milik Abdul yang hilang saat insiden penyelamatan. Ia juga memastikan bayi Liora segera dirujuk untuk perawatan lanjutan di Rumah Sakit ODSK Manado, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen Pemprov Sulut terhadap korban.

Dalam momen tersebut, orang tua Liora secara simbolis menyampaikan terima kasih kepada Abdul. Sang ayah bahkan menyatakan bahwa Abdul kini mereka anggap sebagai ayah angkat dari putrinya.

“Kalau bukan karena Abdul, mungkin anak kami tidak selamat. Kami berutang nyawa padanya,” ujar ayah Liora penuh haru.

Abdul sendiri menanggapi penghormatan tersebut dengan penuh emosional. Ia mengaku hanya digerakkan oleh naluri kemanusiaan saat melihat ada bayi yang butuh pertolongan.

Tragedi di Laut Talaud: Kronologi Kejadian

Kebakaran hebat menimpa KM Barcelona 5, kapal penumpang rute Melonguane – Manado, pada Minggu siang (20/7/2025) sekitar pukul 12.00 WITA. Api diduga berasal dari salah satu kabin penumpang saat sebagian besar penumpang tengah makan siang.

Kapal ini berangkat dini hari dari Pelabuhan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, sempat singgah di Pelabuhan Lirung, lalu melanjutkan perjalanan ke Manado. Insiden terjadi di tengah laut, antara Pulau Talise dan Pulau Gangga, sekitar 60 kilometer dari Manado.

Evakuasi dan Data Penumpang

Jumlah penumpang yang sebenarnya masih simpang siur. Data awal menyebutkan 280 orang, namun total korban yang dievakuasi mengindikasikan lebih dari 400 orang berada di kapal:

  • Pelabuhan Serei: 293 orang dievakuasi oleh Bakamla RI
  • Pelabuhan Munte: 87 korban selamat
  • Pelabuhan Manado: ±150 orang dievakuasi langsung oleh awak kapal

Upaya penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Bakamla, Basarnas, Kodim Bitung, Koramil Likupang, Brimob Polda Sulut, dan masyarakat sekitar Pulau Talise dan Pulau Gangga.

Tiga Korban Jiwa

Peristiwa ini menelan tiga korban jiwa:

  1. Asna Lapae (50)
  2. Zakaria Tindiuling
  3. Juliana Humulung (40) — salah satu korban sedang dalam kondisi hamil.

Ketiganya merupakan pasien rujukan yang hendak berobat ke Kota Manado.

Respons Cepat Pemerintah Provinsi

Gubernur YSK langsung turun ke lapangan dan menegaskan bahwa Pemprov Sulut telah menyiagakan ambulans, fasilitas kesehatan, dan logistik di posko-posko evakuasi. Ia juga menyerukan solidaritas seluruh masyarakat Sulut untuk mendukung para korban.

“Kami semua berduka. Tapi di balik tragedi ini, ada kisah tentang keberanian dan kemanusiaan yang patut dikenang dan dihormati,” tegas Gubernur.


Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *