🖋️ Penulis: Drs Isa Alima
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
PIDIE, Aswinnews.com – Di tengah hamparan pegunungan dan gemericik sungai Geumpang, suasana penuh haru dan semangat kebersamaan menyelimuti Kompi Mane, Kamis pagi (17/7/2025). Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie menyambut kedatangan prajurit Yonif TP-857/Garda Garuda dalam seremoni yang sarat makna kebangsaan dan pengabdian.
Acara penyambutan diwarnai dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dari dua wilayah strategis, Mane dan Geumpang. Kapolsek Mane Mustafa, SE, Kapolsek Geumpang AKP Asnawi, Camat Geumpang Manskur, S.Sos, serta perwakilan Camat Mane, Delfi Anawati, S.Sos turut hadir bersama para keuchik, tokoh masyarakat, dan pimpinan sektor layanan publik seperti pertanian, perikanan, dan kesehatan.

Simbol Kehadiran Negara di Ujung Aceh
Wakil Bupati Pidie, Alzaiizi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menegaskan bahwa kehadiran pasukan Yonif TP-857/GG bukan hanya bentuk pengamanan, melainkan penegasan bahwa negara hadir di wilayah-wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.
“Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi soal harapan. TNI hadir untuk membangun dari hulu ke hilir, bersama masyarakat,” ujar Alzaiizi dengan penuh keyakinan.
TNI Hadir dengan Hati, Bukan Sekadar Senjata

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Andi Irsan, M.Han., dalam sambutannya menegaskan komitmen TNI untuk bergandengan tangan dengan rakyat dalam memperkuat ketahanan wilayah, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti Mane dan Geumpang.
“Kami datang bukan hanya dengan senjata, tapi dengan hati. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat: ikut menanam, ikut membangun, ikut menjaga masa depan anak-anak bangsa,” tegas Danramil 17 Geumpang, Kapten Czi Putut Ariyanto, yang mendapat sambutan hangat dari warga.
Wakapolres Pidie, Kompol Dwi Arys Purwoko, SH, SIK, MH, yang hadir mewakili Kapolres Pidie, menambahkan bahwa sinergi TNI-Polri sangat penting untuk menciptakan stabilitas dan rasa aman, khususnya di wilayah pedalaman yang rawan keterisolasian dan minim akses layanan.

Dari Layanan Kesehatan hingga Ketahanan Pangan
Kepala Puskesmas Mane, Rinaldi, SKM, dan Kepala Puskesmas Geumpang, H. Megawa Wati, Str. Keb, menyambut kolaborasi dengan TNI sebagai peluang untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Mulai dari edukasi gizi, penanganan stunting, hingga penguatan sistem rujukan di daerah terpencil.
Tak hanya itu, sektor-sektor strategis lainnya seperti pertanian dan perikanan pun menyatakan siap bersinergi dalam mendukung keberlanjutan dan kemandirian masyarakat lokal.
Gugah Kesadaran: Membangun Negeri Tak Bisa Sendiri
Seremoni ditutup dengan sesi foto bersama seluruh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan prajurit. Di tengah sejuknya udara pegunungan, foto tersebut menjadi simbol tekad dan sinergi kolektif dalam membangun Aceh dari wilayah yang jauh dari pusat, namun menyimpan kekayaan semangat gotong royong dan daya juang.
Dari kaki pegunungan hingga aliran sungai, gema persatuan kembali bergema. Kompi Mane menjadi saksi bahwa membangun negeri tak pernah bisa dilakukan sendiri—ia adalah kerja bersama, lintas profesi, lintas keyakinan, dan lintas generasi.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
