🖋️ Penulis: Drs. Isa Alima
🛠️ Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
Aceh Barat Daya – 17 juli 2025
Di tengah ketimpangan pembangunan wilayah pesisir, kabar membanggakan datang dari Aceh Barat Daya (Abdya). Bupati Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., sukses menggaet anggaran pusat sebesar Rp22 miliar untuk membangun kawasan pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih—sebuah inisiatif nasional untuk mengangkat harkat ekonomi nelayan dan memperbaiki infrastruktur kampung-kampung nelayan di Indonesia.
Namun bagi masyarakat Abdya, dana ini bukan sekadar angka. Ia adalah simbol harapan. Simbol bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk mereka yang selama ini berada di garis paling pinggir: para nelayan.
Bupati Safaruddin dinilai berhasil melakukan diplomasi hening namun tajam, meyakinkan pemerintah pusat bahwa Abdya layak menjadi prioritas pembangunan pesisir. Dukungan pun datang dari sahabat perjuangannya sesama kader Partai Gerindra, Drs. Isa Alima, yang turut menyoroti bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan administratif.
“Saya sangat mengapresiasi langkah dan keberhasilan Pak Bupati, Dr. Safaruddin. Ini bukan hanya prestasi birokrasi, tapi bukti nyata bahwa kader Gerindra bekerja dengan hati dan membangun dengan visi,” ujar Isa.
Menurutnya, mendatangkan anggaran sebesar itu ke daerah bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan komitmen, integritas, dan strategi politik yang matang—hal yang dimiliki Safaruddin sejak menjadi kader muda Gerindra sejak 2008.
“Mendatangkan Rp22 miliar ke kampung nelayan bukan perkara mudah. Tapi ketika niatnya tulus untuk rakyat, maka langit pun ikut membuka jalan,” tambah Isa.
Program Kampung Nelayan Merah Putih di Abdya akan menyasar pembangunan infrastruktur dasar, perbaikan sarana perikanan, serta penguatan sosial-ekonomi keluarga nelayan. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program ini tidak hanya membangun jalan dan pelabuhan, tapi juga menghidupkan kembali martabat hidup masyarakat pesisir.
“Apa yang dikerjakan Pak Safaruddin hari ini adalah jawaban dari mimpi panjang kami: membangun dari pinggiran, memberdayakan yang kecil, dan menjadikan rakyat sebagai pusat segala keputusan,” tutup Isa.
Di hari kemerdekaan ini, semangat Merah Putih benar-benar menyala dari pinggiran laut Abdya. Di tangan pemimpin yang berpihak pada rakyat kecil, pembangunan bukan hanya wacana—ia menjadi nyata, membumi, dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
Redaksi Aswinnews.com
![]()
