🖊️ Laporan Jurnalis: Alexs Wayne
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
DOGIYAI, 4 Juli 2025 — Koordinator Solidaritas Rakyat Papua (SRP) di Dogiyai, Benny Goo, menyerukan kepada pelajar dan mahasiswa asal Dogiyai di seluruh Indonesia agar menjadi ujung tombak perjuangan rakyat Papua, khususnya dalam mempertahankan hak atas tanah, identitas, dan masa depan Orang Asli Papua (OAP).
Seruan ini disampaikan dalam aksi damai yang digelar di halaman Kantor Bupati Dogiyai, Jumat (4/7), yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan pemuda dari berbagai wilayah Papua.
“Mahasiswa, pemuda, dan rakyat yang tersisa harus berjuang untuk kehidupan masa depannya. Kalau hari ini kita tidak bertindak, kalau hari ini kita tidak bersuara, maka kita hanyalah tinggal nama,” tegas Benny dalam orasinya.
Tolak PSN, DOB, dan Pendropan Militer
Dalam orasinya, Benny mengecam keras elite politik lokal yang dianggap mendorong Program Strategis Nasional (PSN) dan pemekaran daerah (DOB) seperti Mapia Raya, yang menurutnya tidak berpihak pada rakyat.
“Kalau kita biarkan elit politik terus mendorong program yang merugikan, maka beberapa tahun ke depan, orang Papua hanya akan tinggal dalam cerita dongeng,” ucapnya.
Ia menyebut, tanah Papua adalah warisan yang tidak bisa dijual atau dijadikan komoditas politik dan ekonomi. Menurutnya, tanah adalah “mama” — sumber kehidupan yang wajib diwariskan, bukan dikorbankan.
“Tanah ini Tuhan langsung berikan kepada kita. Kita harus wariskan kepada generasi selanjutnya, bukan untuk dijual-jual,” tambahnya lantang.
Sikap SRP Tegas: Tolak Pemekaran dan Eksploitasi
Sebagai Koordinator Solidaritas Rakyat Papua, Benny menyampaikan sikap tegas organisasinya yang sejak awal menolak:
✅ Pemekaran DOB Mapia Raya
✅ Kehadiran perusahaan ilegal
✅ Pendropan militer besar-besaran di wilayah adat
“Sikap kami jelas. Dari dulu kami tolak semua tawaran sepihak dari Jakarta yang ujung-ujungnya menghilangkan ras Melanesia dari Tanah Papua,” katanya.
Benny juga menyindir segelintir kelompok yang memperjuangkan pemekaran dengan narasi pembangunan, padahal menurutnya justru menjadi alat perampasan tanah rakyat dan penghancuran identitas budaya.
Seruan untuk Generasi Muda Papua
Di akhir orasinya, Benny menyerukan agar seluruh generasi muda Papua, baik yang sedang studi maupun berada di tanah kelahiran, tidak diam terhadap ancaman yang sedang dihadapi masyarakat adat.
“Pemuda yang tersisa hari ini harus bicara tentang kehidupan masa depannya. Kita tidak boleh diam,” serunya.
Redaksi AswinNews.com
![]()
