🖊️ Reporter: Aris
📍 Majalengka – 2 Juli 2025
🗞️ Editor: Kenzo ~ Redaksi AswinNews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, dan Ter-Update
Seleksi calon Direktur Utama PT Sindangkasih Multi Usaha (SMU) Majalengka memasuki babak penentuan. Dari empat nama yang lolos seleksi administrasi, sosok Hasanudin mencuri perhatian berbagai kalangan sebagai kandidat paling potensial. Ia dikenal memiliki rekam jejak integritas, gagasan bisnis progresif, serta komitmen kuat terhadap keberpihakan pada ekonomi kerakyatan.
“PT SMU ini milik masyarakat Majalengka. Kita harus maksimalkan fungsinya untuk menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Hasanudin saat dikonfirmasi AswinNews.com, Rabu (2/7/2025).
Dinamika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal menuntut kehadiran sosok pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki track record bersih dan bisa dipercaya. Dalam konteks ini, Hasanudin dianggap sebagai figur yang bukan sekadar cocok, tetapi diperlukan.
Berikut tujuh alasan utama mengapa figur Hasanudin dinilai layak memimpin PT SMU Majalengka:

1. Integritas Teruji, Bersertifikat KPK
Hasanudin bukan hanya berbicara soal antikorupsi—ia telah mempraktikkannya. Ia tercatat sebagai penyuluh antikorupsi bersertifikat KPK dan pernah mengemban posisi itu selama dua tahun. Dengan maraknya risiko penyimpangan di sektor BUMD, kehadiran figur berintegritas tinggi menjadi keharusan.
“BUMD bisa menghasilkan PAD tanpa harus korupsi. Asalkan tata kelolanya profesional dan transparan,” tegasnya.
2. Visi Bisnis Jelas dan Terukur
Dalam makalah seleksi setebal 15 halaman, Hasanudin memetakan strategi pengembangan PT SMU dalam empat fase selama lima tahun: pembentukan fondasi, ekspansi unit usaha strategis, digitalisasi layanan, dan pembentukan anak usaha. Semua dirancang dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
3. Berpihak pada UMKM dan Ekonomi Lokal
Di tengah banyaknya BUMD yang justru menjadi pesaing usaha kecil, Hasanudin justru memilih pendekatan sebaliknya—menjadi mitra strategis UMKM, BUMDes, koperasi, dan pelaku usaha lokal.
“BUMD itu harus jadi solusi, bukan ancaman bagi ekonomi rakyat. Kolaborasi adalah kunci,” jelasnya.
4. Putra Daerah dengan Kualitas Nasional
Sebagai alumni Universitas Majalengka (UNMA) dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta Lemhannas RI tahun 2021, Hasanudin menunjukkan bahwa sumber daya manusia lokal mampu bersaing secara nasional, asalkan diberi ruang.
5. Strategi Pendanaan yang Realistis
Hasanudin menargetkan pendapatan Rp1 miliar di tahun pertama dengan pendekatan pendanaan yang cermat dan aman. Ia mengusulkan skema melalui penyertaan modal daerah (PMD), kerja sama investasi (KPBU), hingga akses pinjaman lunak.
6. Membawa Nilai Organisasi yang Sehat
Hasanudin membangun empat nilai utama untuk menghidupkan budaya organisasi PT SMU:
- Bersih dari korupsi dan kebohongan,
- Profesionalisme kerja,
- Pelayanan sepenuh hati,
- Sinergi dan kerja tim.
Nilai-nilai tersebut dirancang untuk membentuk BUMD yang sehat, anti konflik kepentingan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
7. Tata Kelola Partisipatif, Masyarakat Jadi Pengawas Alami
Berbeda dengan model tertutup yang kerap jadi masalah di tubuh BUMD, Hasanudin mengusulkan model tata kelola terbuka dan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan sebagai pengawas sosial.
“Kalau rakyat merasa memiliki BUMD ini, maka kontrol publik akan muncul secara alami. Kita ciptakan keterlibatan, bukan sekadar laporan,” tandasnya.
Dengan rekam jejak dan visi yang jelas, banyak pihak berharap agar pemilihan Direktur Utama PT SMU benar-benar mempertimbangkan integritas, kapasitas, dan komitmen kerakyatan, bukan sekadar kedekatan politik.
Majalengka, sebagai kabupaten strategis di kawasan Rebana Metropolitan, membutuhkan BUMD yang tidak hanya hidup, tetapi naik kelas—menjadi katalis ekonomi rakyat sekaligus simbol transparansi publik. Dan Hasanudin disebut-sebut sebagai salah satu kunci penting menuju ke arah itu.
Redaksi AswinNews.com
![]()
