🖊️ Penulis: Sunyoto | 📍 Kontributor: Pemda Nganjuk
🗞️ Editor: Kenzo | ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
NGANJUK — Jalan rusak parah dan tumpukan sampah liar yang dibiarkan bertahun-tahun di perbatasan Desa Pace Kulon dan Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, memicu kemarahan warga. Kondisi ini tak hanya mengganggu kenyamanan dan kesehatan, tapi juga menjadi bukti nyata mandeknya tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pelayanan publik dasar.
Berdasarkan investigasi Aswinnews.com pada Sabtu (21/6/2025), tumpukan sampah liar terlihat berserakan di badan jalan sepanjang hampir 10 meter, tepat di akses utama antar-desa. Bau busuk yang menyengat tak hanya menghantui para pengguna jalan, tapi juga mencemari area persawahan milik petani sekitar karena limbah sampah yang terbawa angin dan air hujan.
Jalan Rusak Parah, Sudah Bertahun-tahun Tak Diperbaiki
Lebih parah lagi, kondisi jalan di lokasi tersebut juga rusak berat. Permukaan jalan bermakadam dengan batu tajam dan lubang menganga sepanjang hampir 400 meter, mengancam keselamatan pengendara, khususnya pengendara roda dua dan petani yang setiap hari melintas membawa hasil panen.
“Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun. Kami heran, sampai kapan pemerintah daerah tutup mata?” keluh Supiyani, warga Pace yang saban hari menggunakan jalan tersebut.
Sampah Bukan dari Warga Lokal, Tapi Tak Ada Solusi Konkret
Menurut Topik, seorang pekerja kebersihan desa yang rutin membersihkan area tersebut, sumber utama sampah justru berasal dari warga luar desa. Ironisnya, tempat pembuangan sampah resmi sudah tak ada lagi sejak rumah sampah diambil pondasinya oleh pencuri besi.
“Kami sudah mengusulkan pembuatan bak sampah, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Warga luar yang buang, tapi kami di sini yang kena getahnya,” ujarnya.
Topik menambahkan, dulunya pernah ada tempat sampah semi permanen, namun kini hanya menyisakan bekas pondasi yang sudah terbengkalai. Dalam kondisi ini, warga desa terpaksa membakar sampah atau membiarkannya berserakan, yang berisiko menimbulkan pencemaran dan penyakit.
Kritik Tajam untuk Pemerintah: Di Mana Tanggung Jawab Pelayanan Publik?
Warga menilai pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk gagal memberi solusi konkret, baik untuk pengelolaan sampah maupun perbaikan infrastruktur jalan. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur poros penghubung antarwilayah, yang sepenuhnya menjadi kewenangan kabupaten.
“Kami ini bukan minta jalan tol, hanya jalan layak dan tempat sampah yang manusiawi. Tapi sampai sekarang kami hanya diberi janji,” kata Supiyani.
Investigasi ini menyoroti minimnya kesigapan pemerintah dalam merespons persoalan lingkungan dan infrastruktur dasar, yang justru berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Warga Desak Pemerintah Bertindak, Bukan Sekadar Wacana
Warga berharap ada tindakan nyata, bukan hanya pernyataan atau kunjungan seremonial dari pejabat daerah. Mereka mendesak:
- Pembangunan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) berbasis komunitas
- Perbaikan jalan rusak dengan aspal standar kabupaten
- Penertiban pembuang sampah liar dari luar wilayah desa
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi ini akan memburuk dan menjadi bom waktu krisis sanitasi dan keselamatan lalu lintas di kawasan rural Kabupaten Nganjuk.
📌 ASWINNEWS akan terus memantau perkembangan isu ini dan menyuarakan keluhan warga sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap pemerintah daerah.
![]()
