Jam Malam Anak Langkah Kecil Untuk Pencegahan Besar

Oleh: Abahroy- Aswinnews.com

Pemasangan spanduk yang berisi himbauan pembatasan jam malam bagi anak-anak dan remaja antara pukul 21.00 hingga 04.00 di sejumlah titik di Kota Cirebon adalah sebuah langkah kecil, namun sangat berarti dalam konteks pencegahan dini terhadap perilaku menyimpang yang semakin marak di kalangan generasi muda.

Langkah ini bukan soal pelarangan semata, tetapi soal perlindungan sosial dan kepedulian kolektif. Ketika aparat pemerintah, TNI, dan Polri — yang tergabung dalam sinergitas Tiga Pilar — bersatu untuk menyuarakan peringatan ini, sejatinya mereka sedang berbicara atas nama masa depan.

Kita hidup di masa ketika batas ruang publik dan ruang pribadi semakin kabur. Anak-anak bisa dengan mudah terseret dalam aktivitas yang merusak, mulai dari nongkrong tak jelas, balap liar, tawuran, hingga penyalahgunaan zat adiktif. Dan semua itu sering kali berawal dari satu kesamaan: malam yang panjang dan pengawasan yang lemah.

Himbauan jam malam bukan bentuk pengekangan kebebasan, melainkan bentuk intervensi moral yang harus kita maknai sebagai kasih sayang sosial. Bahwa kota ini, masyarakatnya, dan pemimpinnya peduli pada anak-anak yang berkeliaran saat seharusnya beristirahat.

Namun tentu saja, kebijakan sekadar spanduk tidak akan cukup. Peran orang tua adalah benteng pertama, disusul dengan keterlibatan RT/RW, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan. Anak-anak butuh ruang aman untuk tumbuh, dan itu tidak bisa dibangun dengan hanya membiarkan mereka sendirian di malam hari.

Sudah waktunya kita hentikan narasi lama bahwa “anak muda wajar nakal”. Tidak. Yang wajar adalah anak muda diajak berdialog, diberi ruang kreatif, dan dijaga ketika mereka belum mampu menjaga dirinya sendiri.

Jika jam malam adalah panggilan pertama menuju kesadaran kolektif, maka mari kita jawab bersama. Karena di balik larut malam yang tampak sunyi, bisa jadi ada anak yang sedang menjerit diam dalam gelap — dan itu bukan hal yang bisa kita abaikan.

Kota Cirebon,21 Juni 2025

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *