Pemprov Jakarta Gandeng Ulama Atasi Tawuran Remaja: Bukan Sekadar Masalah Aparat

🗞️ ASWINNEWS.COM | 19 Juni 2025
🖋️ Laporan Jurnalis: Agus | Kontributor: Pemprov DKI/ Ulama’| Editor: Kenzo
Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update


TANJUNG PRIOK (ASWIN) — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah strategis untuk mengatasi maraknya aksi tawuran remaja yang semakin mengkhawatirkan. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa penanganan kenakalan remaja bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Tawuran ini bukan hanya urusan aparat, tapi tanggung jawab bersama. Pemerintah, TNI, Polri, ulama, dan tokoh masyarakat harus bersatu menanggulangi persoalan ini,” ujar Rano Karno dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II MUI DKI Jakarta di Hotel Mercure, Ancol, Rabu (18/6).

Rano menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, toleran, dan berakhlak. Menurutnya, transformasi Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan karakter manusia.

“Transformasi Jakarta sebagai kota global harus dibarengi pembangunan manusia yang toleran dan berwawasan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menyoroti bahwa aksi tawuran remaja telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Ia mengimbau Pemprov DKI untuk mengutamakan pendekatan humanis dan edukatif, bukan sekadar tindakan represif.

“Tawuran mengganggu ketertiban dan mengancam masa depan generasi muda. Penanganannya harus menyeluruh, dari rehabilitasi sosial, pendidikan karakter, hingga keterlibatan keluarga,” kata Yudha.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan lembaga, agar penanganan kenakalan remaja menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kebijakan Pemprov harus melibatkan dinas pendidikan, sosial, aparat hukum, hingga lembaga perlindungan anak,” tambahnya.

Baik Rano maupun Yudha menegaskan bahwa anak muda bukan hanya objek penindakan, tetapi harus dilibatkan sebagai subjek perubahan menuju masa depan Jakarta yang damai, religius, dan berdaya saing.


Redaksi AswinNews

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *