🖊️ Reporter: Harry
📍 Kontributor: PT PLN (Persero)
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi ASWINNEWS.COM – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya dan Ter-Update
BENGKALIS – ASWINNEWS.COM | Ketegangan di Pulau Bengkalis kian memuncak. Pemadaman listrik yang tak berjadwal, makin sering dan semrawut, memicu kemarahan publik. Warga merasa dipermainkan oleh PT PLN (Persero) dan mengaku tak lagi sanggup menahan frustrasi. Jadwal pemadaman yang sebelumnya diumumkan, kini dianggap tak lebih dari formalitas tanpa makna.
“Kami bukan tikus lab yang bisa diperlakukan semaunya. Listrik padam kapan saja, seenaknya, tanpa peringatan, tanpa penjelasan,” keluh Rahmad, warga Wonosari Timur.
Padam Saat Ibadah, Gelap di Waktu Istirahat
Senin, 16 Juni 2025, listrik padam tiba-tiba di Wonosari Timur saat warga tengah istirahat siang. Malamnya, giliran Wonosari Barat diselimuti kegelapan berkepanjangan. Ironisnya, malam sebelumnya, pemadaman terjadi tepat saat azan berkumandang di kawasan Damon.
“Malam takbiran kami gelap-gelapan. Saat azan maghrib, lampu padam. Di mana hati nurani PLN?” tanya Yuli, warga Bantan Air, dengan nada getir.
Tak sekadar mengganggu aktivitas, pemadaman ini menyentuh titik paling sensitif kehidupan sosial dan spiritual warga: waktu ibadah, kegiatan keluarga, hingga rasa aman saat malam.
Warga Siapkan Aksi Protes: Kantor PLN Bisa Dikepung
Kesabaran warga tampaknya telah mencapai batas. Beberapa kelompok pemuda dan perwakilan desa mengaku siap turun ke jalan.
“Kalau PLN terus begini, kantor mereka bisa kami kepung. Ini bukan ancaman, ini suara keadilan yang lelah dipinggirkan,” ujar Doni, pemuda dari Selatbaru.
Desakan warga kini terang dan tegas. Mereka menuntut:
- Penjelasan terbuka soal penyebab pemadaman tak berjadwal.
- Perlindungan waktu sakral, seperti istirahat dan ibadah, dari pemadaman.
- Transparansi kondisi teknis PLTD Pangkalan Batang dan sistem kelistrikan di Bengkalis.
- Konsistensi informasi, bukan sekadar unggahan jadwal yang tidak ditaati.
Di Mana Pemerintah?
Ketiadaan sikap tegas dari pemerintah daerah juga menjadi sorotan. Warga merasa dibiarkan berhadapan sendiri dengan situasi ini, tanpa mediasi, tanpa perlindungan.
“PLN boleh punya daya, tapi rakyat punya suara. Dan kini suara itu tak bisa lagi dibungkam oleh gelapnya malam.”
Redaksi AswinNews
![]()
