MALANG – ASWINNEWS.COM
Di tengah modernisasi Kota Malang, masih ada ruang yang menjaga denyut sejarah dan budaya masa lalu. Kampung Heritage Kajoetangan, sebuah kawasan bersejarah yang terletak di pusat kota, kini menjelma menjadi destinasi wisata unggulan yang memadukan pesona arsitektur kolonial dengan semangat pelestarian budaya lokal.
Terletak tak jauh dari Alun-Alun Kota dan Jalan Basuki Rahmat, kawasan ini mudah dijangkau wisatawan. Jejeran rumah tua bergaya kolonial, lorong-lorong sempit nan artistik, serta galeri seni dan kedai kopi klasik menyambut pengunjung yang ingin merasakan suasana tempo dulu yang tetap hidup hingga hari ini.

Wisata Edukasi Bernilai Sejarah dan Budaya
Lebih dari sekadar tempat berfoto, Kampung Heritage Kajoetangan menyimpan warisan arsitektur dan nilai-nilai budaya yang terjaga sejak zaman Hindia Belanda. Dengan dukungan dari komunitas pelestari budaya, warga lokal, dan pihak swasta seperti BNI melalui program BNI Berbagi, kawasan ini mengalami revitalisasi tanpa menghapus identitas aslinya.
Sejumlah rombongan pengunjung, termasuk guru-guru dari Jombang, turut aktif dalam promosi dan dokumentasi kawasan ini. Keberadaan mereka tak hanya menambah semarak, tetapi juga memperluas jangkauan pesan budaya yang ingin disampaikan kampung ini.

Eksplorasi Kawasan Lewat Jalur Wisata dan Festival Budaya
Pengunjung dapat mengikuti rute wisata tematik yang telah disusun, dimulai dari lima gerbang masuk utama, lalu menyusuri berbagai klaster dengan keunikan masing-masing:
- Cluster Banjoe Biroe: Rumah Omah Pak Puji dan Omah Bu Kembar.
- Cluster Klojen Ledok: Pawon Badja Coffee dan Gallery Nyak Abbas Abup.
- Cluster Taloen: Rumah jamu tradisional dan Langgar Tua, masjid kuno penuh sejarah.
- Cluster Latar Ombo: Rumah penghulu dan Galeri Jamu.
- Cluster Semeru & Mak Nap: Warung Wak Nap, Omah Sukirman, dan Omah Nyak Tewol.
Tak ketinggalan, pengunjung juga bisa menjelajah Tangga 1000, Pasar Krempyeng, hingga Terowongan Semeru yang menghadirkan nuansa mistis sekaligus memikat. Salah satu ritual budaya yang juga menarik adalah ziarah ke Makam Mbah Singo Suwiryo, tokoh legendaris yang dihormati warga.

Ruang Inspiratif untuk Generasi Muda
Kampung Heritage Kajoetangan buka setiap hari, dengan waktu kunjung terbaik pada pagi hingga sore. Selain menjadi tempat rekreasi, kawasan ini juga menjadi ruang edukatif dan reflektif, mengajak generasi muda untuk mengenal sejarah, mencintai budaya, dan merawat warisan leluhur.
“Kampung ini bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga tentang bagaimana kita menapaki masa depan dengan memahami akar budaya kita,” ujar salah satu pengelola kampung.
Dengan suasana yang otentik dan narasi sejarah yang kuat, Kampung Heritage Kajoetangan adalah simbol kebangkitan wisata berbasis budaya yang memberikan nilai lebih dari sekadar hiburan.
Penulis: Zafin Kabiro Jombang
Editor: Kenzo
AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
