Majalengka, Aswinnews.com – PT Yakult Indonesia Persada bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar aksi bersih-bersih lingkungan bertajuk Spogomi atau “Aksi Bersih Lingkungan, Gerakan Bersama Mulai Hari Ini”, Jumat (16/5/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di sepanjang Jalan Suma hingga Jalan Emen Slamet, dan berakhir di TPS 3R LKM Damar Blok Gempungan, Kelurahan Majalengka Kulon.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Bidang II TP-PKK Majalengka Retna Budiarti Aeron, Ketua Bidang IV Imas Maslahat, Lurah Majalengka Kulon Roswaty, serta jajaran pengurus PKK Kabupaten Majalengka. Dari pihak Yakult, hadir Senior Direktur Yakult Jakarta, Antonius Nababan.
Menurut Antonius, kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bentuk edukasi berkelanjutan tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Ia menekankan bahwa sampah bukan semata-mata limbah tak berguna, tetapi memiliki potensi nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

“Kami ingin menyampaikan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki nilai jual. Jika dipilah sejak dari rumah, sampah tersebut bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat melalui pengepul atau daur ulang,” ujar Antonius.
Antonius menambahkan, kolaborasi ini sejalan dengan program Jumat Bersih yang rutin dilakukan Pemkab Majalengka. Ia berharap, aksi ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Majalengka Kulon untuk lebih peduli dalam memilah sampah, sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan bernilai ekonomi.

“Kegiatan ini memang simbolis di hari Jumat, namun edukasi kami lakukan setiap hari, baik di sekolah maupun di tingkat masyarakat.
Harapannya, Majalengka Kulon bisa menjadi embrio perubahan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” katanya.
Sebanyak delapan orang perwakilan dari Yakult turut terlibat dalam aksi ini. Sebelumnya, Yakult juga telah melakukan edukasi serupa di sekolah-sekolah, termasuk olahraga memilah sampah. Sebagai perusahaan asal Jepang, Yakult membawa semangat kepedulian terhadap lingkungan, di mana di negara asalnya, pengelolaan sampah telah menjadi budaya.
“Di Jepang, sampah bukan hanya sekadar limbah, tapi menjadi peluang ekonomi. Hal inilah yang ingin kami terapkan di Indonesia,” imbuh Antonius.
Ia pun mengapresiasi sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan adalah bentuk tanggung jawab bersama demi melestarikan alam tempat tinggal kita,” pungkasnya.
Penulis: Aris | Editor: Kenzo
Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya.
![]()
