Keterlambatan pembayaran gaji dan proyek membuat ekonomi daerah lumpuh, Pemkab Bungkam
BENGKALIS ,| Aswinnews.com – Kabupaten Bengkalis tengah dilanda krisis keuangan serius yang mulai berdampak luas pada berbagai sektor. Keterlambatan pencairan anggaran membuat para tenaga honorer, aparatur sipil negara (ASN), hingga rekanan kontraktor swasta menghadapi kondisi hidup yang kian tercekik.
Dari pengakuan yang dihimpun ASWINNEWS.COM, sejumlah honorer memilih angkat kaki ke luar negeri demi mencari penghidupan yang lebih layak. Kondisi ini dianggap sebagai jalan terakhir setelah bertahun-tahun bergelut dengan ketidakpastian pembayaran gaji.
“Sudah capek hidup dengan ketidakpastian. Di sini kerja, tapi makan susah. Di Malaysia memang kerja kasar, tapi setidaknya uang datang tiap bulan,” ungkap salah seorang honorer yang akan bertolak ke negeri jiran beberapa hari lalu.
PNS Terjerat Utang, Tercekik di Negeri Sendiri
Kondisi serupa juga melanda kalangan ASN. Hingga pertengahan Mei 2025, gaji bulan April belum kunjung cair, bahkan pembayaran untuk Desember 2024 pun masih menggantung. Akibatnya, banyak PNS terpaksa meminjam uang dari pinjaman online, koperasi, hingga rentenir demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saat Januari sampai Maret dibayar, kami cuma bisa tarik napas sebentar. Uangnya langsung habis untuk bayar utang. Sekarang utang baru lagi karena April belum keluar,” kata seorang PNS yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di sebuah kedai kopi di Bengkalis, Senin (12/5/2025).
Kontraktor Nyaris Bangkrut, Proyek Terancam Mandek
Sementara itu, rekanan kontraktor yang menjadi ujung tombak pelaksanaan proyek pemerintah juga mulai kolaps. Sejumlah kontraktor lokal mengaku belum menerima pembayaran proyek sejak akhir 2024, padahal pekerjaan telah selesai dan dilaporkan sesuai prosedur.
“Ini bukan lagi soal rugi atau untung, tapi soal bertahan hidup. Kami sudah jual kendaraan, pinjam sana-sini untuk bayar gaji karyawan dan biaya material. Tapi uang dari Pemda tak kunjung masuk,” keluh seorang kontraktor lokal kepada ASWINNEWS.COM.
Pemerintah Bungkam, Masyarakat Menjerit
Ironisnya, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis terkait krisis yang menjerat banyak pihak tersebut. Baik tenaga honorer, ASN, maupun rekanan hanya bisa berharap pemerintah segera memberi kepastian, bukan sekadar janji-janji kosong.
Kondisi darurat keuangan ini menjadi alarm keras bagi Pemkab Bengkalis untuk segera membuka komunikasi transparan kepada publik, sebelum situasi semakin memburuk dan menimbulkan gejolak sosial yang lebih luas.
(Penulis: Harry,| Editor Kenzo)
![]()
