BANDA ACEH, Aswinnews.com – Semangat pengabdian kepada dunia pendidikan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal itu tercermin dari kiprah Rendi Umbara, S.H., M.H., alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), yang mempersembahkan sebuah buku ilmiah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi almamaternya.
Buku yang membahas perbandingan sistem pemasyarakatan militer dan pemasyarakatan umum dalam hukum nasional Indonesia itu diserahkan langsung kepada Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., di ruang kerja rektor, Rabu (2/7/2026).
Penyerahan buku tersebut menjadi simbol kepedulian seorang alumni terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus wujud kecintaan kepada kampus yang telah membentuk perjalanan akademiknya.
- Baca Juga MAN 1 Bengkulu Tegaskan Pembelian Seragam Tidak Wajib, Orang Tua Bebas Menentukan Sesuai Kemampuan
Karya ilmiah Rendi mendapat apresiasi dari Rektor USK. Bahkan, Prof. Mirza Tabrani memberikan sambutan tertulis di dalam buku tersebut dan merekomendasikannya sebagai referensi bagi akademisi, praktisi hukum, mahasiswa, maupun para pengambil kebijakan.
Rendi merupakan putra kelahiran Bireuen, anak pasangan almarhum M. Djamil Hasan dan Asyura Jafar. Almarhum M. Djamil Hasan merupakan dosen FKIP USK yang wafat pada tahun 2006. Dedikasi sang ayah selama mengabdi sebagai pendidik menjadi inspirasi bagi Rendi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
Lulusan Fakultas Hukum USK tahun 2016 dan Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) tahun 2025 itu mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Universitas Syiah Kuala. Baginya, kecintaan terhadap almamater tidak hanya diwujudkan melalui rasa bangga sebagai alumni, tetapi juga lewat karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu hukum.
- Baca Juga Tasyukuran Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Langkat Tegaskan Komitmen Polri Hadir untuk Masyarakat
Saat ini, Rendi tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Pertahanan. Ia berharap dapat kembali mengabdi di Universitas Syiah Kuala setelah menyelesaikan studinya.
«”Jika saya telah menyelesaikan pendidikan doktor nanti, saya ingin mengabdikan diri di Universitas Syiah Kuala sesuai dengan bidang keahlian saya, sekaligus melanjutkan perjuangan almarhum ayah dalam memajukan USK,” ujar Rendi.»
Ia juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
«”Jangan pernah berhenti menuntut ilmu dalam kondisi apa pun. Teruslah belajar dan mengembangkan diri. Insya Allah, jika kita sering membantu orang lain, Allah akan membantu kita. Teruslah berjuang, jangan menjadi pecundang. Cintai Aceh dan bahagiakan orang-orang yang kita cintai,” pesannya.»
Melalui karya ilmiah yang telah diterbitkan dan tekadnya melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, Rendi Umbara menunjukkan bahwa jejak pengabdian seorang pendidik dapat terus hidup melalui semangat berkarya, berbagi ilmu, dan memberikan kontribusi nyata bagi almamater serta masyarakat.
Penulis/Jurnalis: Drs. M. Isa Alima l Redaksi Aswinnews-Tajam Berimbang danTer-Upadate
![]()
