Purwakarta – AswinNews.com — Jumat, 15 Mei 2026 — Janji pembangunan infrastruktur kembali menuai sorotan tajam di Kabupaten Purwakarta.
Jalan Raya Citeko, jalur penghubung vital antara Kecamatan Plered dan Kecamatan Tegalwaru, kini mengalami kerusakan parah dan dipenuhi lubang serta genangan air yang menyerupai kubangan.

Kondisi jalan kabupaten tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Masyarakat menilai Pemerintah Kabupaten Purwakarta hanya melakukan perbaikan tambal sulam yang tidak bertahan lama dan terkesan sekadar formalitas.
Aspal yang baru diperbaiki disebut kembali mengelupas hanya dalam hitungan minggu setelah pengerjaan dilakukan. Akibatnya, lubang-lubang jalan kembali muncul dan semakin parah saat turun hujan.
Drainase Mampet, Air Luapan Kepung Rumah Warga
Permasalahan tidak hanya terjadi pada badan jalan. Saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Jalan Raya Citeko kerap berubah menjadi langganan banjir akibat buruknya sistem drainase.
Warga menyebut saluran air di sepanjang jalan sudah lama tersumbat lumpur, sedimentasi, dan sampah sehingga tidak mampu menampung debit air hujan. Luapan air bahkan disebut masuk hingga ke rumah warga di sekitar lokasi.
“Kalau hujan deras, air cepat sekali meluap.
Drainase seperti pajangan saja karena tersumbat. Air masuk sampai ke dalam rumah, kami harus berjibaku menyelamatkan barang-barang.
Kami bingung harus mengadu ke mana lagi,” ungkap salah seorang warga dengan nada kesal.
Aktivitas Ekonomi Lumpuh, Pengendara Jadi Korban
Jalan Raya Citeko diketahui menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, jalur pendidikan, hingga mobilitas pekerja lintas kecamatan. Namun kondisi jalan yang rusak berat dan minim penerangan jalan umum (PJU) membuat pengguna jalan harus mempertaruhkan keselamatan, terutama pada malam hari.
Genangan air yang menutupi lubang jalan disebut sering membuat pengendara terjebak dan hampir mengalami kecelakaan.
Warga mempertanyakan keseriusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purwakarta dalam menangani persoalan infrastruktur yang dinilai terus berulang setiap tahun.
“Sampai kapan kami harus begini? Setiap hujan selalu banjir dan jalan rusak lagi. Jangan tunggu ada korban jiwa baru pejabat sibuk meninjau lokasi,” tegas warga lainnya.
Warga Tagih Langkah Nyata Pemkab Purwakarta
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah konkret dari instansi terkait untuk melakukan perbaikan permanen maupun normalisasi drainase secara menyeluruh.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Purwakarta segera turun tangan melakukan rekonstruksi total Jalan Raya Citeko dan menghentikan pola tambal sulam yang dianggap hanya membuang anggaran negara tanpa hasil nyata.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen demi terciptanya infrastruktur jalan yang aman, layak, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.
🖊️ Penulis: Yoseph
🖋️ Kontributor: Ragiel
✍️ Redaksi AswinNews.com – Tajam, Terpercaya, Berimbang, dan Ter-Update
![]()
