Santri MTSH Ikuti Tradisi Orang-Orang Sholeh, Rebo Wekasan

🖋️ Penulis: Thoha ~ Wartawan Indramayu
✍️ Editor: Kenzo | AswinNews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Indramayu – Santri Majlis Ta’lim Syarief Hidayatullah (MTSH) kembali melaksanakan tradisi Rebo Wekasan, sebuah amalan yang diyakini berasal dari para ulama salaf dan orang-orang sholeh terdahulu. Kegiatan ini berlangsung di Majlis Ta’lim Syarief Hidayatullah, Jl. Tirta Ayu, Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Selasa malam (19/8/2025) selepas Maghrib.

Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Tradisi ini biasanya diisi dengan doa bersama, dzikir, shalat sunnah lidaf’il bala (shalat tolak bala), hingga ritual mandi tolak bala yang dipercaya sebagai ikhtiar meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaan di MTSH, para santri dipimpin langsung oleh Guru Mulia Al Habib Syarief Hidayatullah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, dzikir dan doa bersama, shalat sunnah lidaf’il bala, dilanjutkan dengan mandi tolak bala serta memotong sedikit rambut sebagai simbol penyucian diri.

Dalam tausiyahnya, Habib Syarief menekankan pentingnya melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan ulama salaf.

“Acara ini sudah lama dilakukan oleh Salafus Shalih, yakni orang-orang sholeh terdahulu. Kita tinggal mengikuti saja. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang sholeh tersebut,” ujarnya.


📝 Catatan Redaksi

Tradisi Rebo Wekasan hidup di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk doa dan ikhtiar tolak bala. Meski tidak semua ulama sepakat dengan praktik ini, bagi sebagian umat, kegiatan tersebut dipandang sebagai bagian dari amaliyah untuk memperkuat iman, memperbanyak doa, serta melestarikan warisan ulama salaf. Redaksi memandang penting menyajikan informasi ini sebagai bagian dari keragaman tradisi keagamaan di tanah air.


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *