Jejak Asap Hitam di Semukut: Dugaan Produksi Arang Ilegal dan Diamnya Pemilik Panglong

🖋 Penulis: Harry
📍 Kontributor Laporan: Team investigasi Aswinnews.com
✍ Editor: Kenzo | Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Terpercaya, dan Ter-Update

Meranti ,| Aswinnews.com — Sabtu (9/8/2025) siang, hawa panas bercampur bau menyengat menyelimuti Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Asap pekat membubung dari balik deretan pohon bakau, menandakan tungku pembakaran arang sedang bekerja penuh.

Dari hasil penelusuran tim investigasi media, ada dua panglong — atau tungku pembakaran arang — yang diduga beroperasi tanpa izin. Keduanya disebut milik warga berinisial M dan D. Di sekitar lokasi, kayu bakau tampak ditumpuk rapi, sebagian sudah siap dimasukkan ke dalam tungku, sementara sebagian lain masih basah, baru saja ditebang dari hutan bakau.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar: dari mana pasokan kayu bakau ini berasal, dan bagaimana proses pengolahannya bisa berlangsung terbuka tanpa campur tangan pihak berwenang?

Diam Seribu Bahasa

Upaya untuk meminta keterangan langsung kepada M dan D berujung buntu. Meski telah dihubungi lewat perantara warga, keduanya memilih tetap berada di dalam rumah. Tirai jendela tertutup rapat, seolah menandakan ketidaksediaan untuk memberi penjelasan.

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku sudah lama resah.

“Panglong itu sudah bertahun-tahun beroperasi. Kalau dibiarkan, hutan bakau kita habis. Laut juga bisa rusak, ikan makin sedikit,” ujarnya sambil menunjuk ke arah kepulan asap yang terus membumbung.

Ancaman Terhadap Ekosistem

Hutan bakau memiliki peran vital bagi wilayah pesisir. Selain menjadi benteng alami dari abrasi dan badai, ekosistem ini juga menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan dan udang. Penebangan liar untuk bahan baku arang tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga sumber penghidupan nelayan setempat.

Redaksi Aswinnews.com ~ Team investigasi Bengkalis melaporkan informasi


Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *