Pinca Bulog Indramayu Klarifikasi Temuan Kutu dalam Bantuan Beras Pemerintah

🖋️ Penulis: Thoha
✍️ Editor: Kenzo | Redaksi Aswinnews.com – Tajam, Akurat, Berimbang, Terpercaya, dan Ter-Update
📍Indramayu, 28 Juli 2025

Pimpinan Cabang (Pinca) Kantor Sub Divre Bulog Wilayah IV Indramayu, Sri Wahyuni, memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai adanya kutu dalam beras bantuan pangan yang disalurkan pemerintah. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ditugaskan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk periode Juni dan Juli 2025.

Dalam keterangannya kepada wartawan Aswinnews di ruang kerjanya, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa jumlah bantuan beras yang didistribusikan ke seluruh wilayah Kabupaten Indramayu mencapai 4.192.384 ton untuk dua bulan alokasi.

“Stok beras tersebut disimpan di tujuh gudang Bulog di wilayah Indramayu dan seluruhnya berasal dari hasil serapan petani lokal. Ini adalah beras medium yang diperuntukkan sebagai cadangan pemerintah,” ujar Sri Wahyuni.

Menanggapi laporan masyarakat terkait adanya kutu pada sebagian kecil beras bantuan, Sri Wahyuni menyebut hal itu masih dalam kategori wajar.

“Temuan satu atau dua ekor kutu dalam beras masih tergolong normal, karena ini beras alami tanpa bahan pengawet. Berbeda jika beras sudah menggumpal, hancur, atau berdebu, itu baru bisa dikatakan tidak layak konsumsi,” tegasnya.

Sri Wahyuni juga menambahkan bahwa Bulog secara rutin melakukan perawatan fumigasi guna menjaga kualitas beras yang disimpan, serta pembersihan gudang setiap tiga bulan sekali.

“Berbeda dengan pedagang yang langsung menjual beras dari pabrik, Bulog menyimpan beras hasil penyerapan dari petani dalam jangka waktu tertentu, dan penyalurannya hanya dilakukan setelah ada surat penugasan resmi dari Bapanas atau kementerian terkait,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa beras medium secara teknis memiliki tingkat patah maksimal 25 persen, sesuai standar pemerintah. Karena itu, masyarakat diharapkan memahami konteks dan mekanisme penyaluran bantuan pangan oleh Bulog.

“Kami selalu berupaya menjaga kualitas beras bantuan, namun tetap perlu dipahami bahwa beras ini bukan hasil olahan instan, melainkan hasil dari proses penyimpanan dan penugasan resmi,” tutupnya.


Redaksi Aswinnews.com

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *